SELURUH GAMBAR SERTIFIKASI LEGALITAS KLINIK DE NATURE INDONESIA DAPAT KAMI INFOKAN MELALUI CHATTING WHATSAPP - LINE STANDAR PRODUK INTERNASIONAL ( ISO ) DAN NASIONAL BPOM - HALAL MU JUGA SEBAGIAN TESTIMONI KESEMBUHAN PASIEN BESERTA HASIL LABORATORIUM SETELAH KONSUMSI OBAT DE NATURE BUKTI RESI KIRIMAN LUAR NEGERI DAN DALAM NEGERI YANG BISA DICEK SECARA ONLINE SEBAGAI REFRENSI PAKET TELAH SAMPAI TUJUAN
Beranda » Anyang anyangan » Kenali Gonore

Kenali Gonore

Kode : -
Berat : gram
Stok :
Kondisi : Baru
Kategori : Anyang anyangan, Ciri Gonore, Ciri Sipilis, Gonore, Infeksi Saluran Kemih, Isk, Kencing Nanah, Keputihan (Fluor Albus - White Discharge - Leukorea), Klamidia ( Chlamydia ), Klinik Penyakit Kelamin, Penyakit Rajasinga, Pipis Sakit, Sifilis, Sipilis, Spesialis Penyakit Kelamin, Tanda Gonore, Tanda Sipilis
Dilihat : 136 kali
Review : Belum ada review
INFO HARGA
Silahkan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi harga produk ini.

Bagikan informasi tentang Kenali Gonore kepada teman atau kerabat Anda.

Deskripsi Kenali Gonore

Sesuai dengan titel pada segmen tulisan hari ini, yaitu Kenali Gonore, yang secara prinsipil jenis penyakit ini tak dapat terelakkan begitu saja dari pemicu mengapa si pasien ‘sampai-sampai’ terdiagnosa secara pasti bahwa telah ‘dihinggapi’ salah satu jenis bakteri berbahaya yang ada di muka bumi saat ini. Maka dari itu ada baiknya menggali lebih jauh lagi atas segala hal yang menyebabkan mengapa seseorang akhirnya telah mengidap bakteri mematikan tersebut. Mari.. Kita simak bersama keterangan pada paragraf artikel selanjutnya

Perkenankan admin ingin mengajak saudara-saudari sekalian meluangkan waktu untuk melihat persembahan visual sepintas dari video perihal CV. De Nature Indonesia, berikut videonya…

DEFINISI PENYAKIT RAJASINGA ALIAS SIFILIS
Penyakit menular seksual sifilis atau sebutan lainnya penyakit rajasinga adalah peradangan (infeksi) yang timbul ‘gara-gara’ bakteri tergolong berbahaya yakni Treponema pallidum.

Tentu semua sependapat bahwa sipilis ialah salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang sangat serius, bahkan sebagian insiden hingga mengancam jiwa andai dianggap remeh tanpa penanganan cepat dan tepat. Dominannya peradangan (infeksi) ini menyebar melalui hubungan seksual pada seseorang yang telah ketularan, tidak hanya melalui melakukan persetubuhan bakteri yang mengakibatkan penyakit sifilis dapat pula merembet lewat pajanan cairan tubuh si pasien contohnya melalui darah atau air liur yang memiliki lecet kemerahan mirip sariawan. Rata-rata kontak langsung terjadi bisa berpolakan seks vaginal (lewat faraj wanita), anal (dubur) maupun oral (mulut). Tak cukup disitu saja, ternyata memakai jarum secara ‘estafet’ mampu menularkan peradangan (infeksi) penyakit tadi baik pada penggemar narkoba suntik maupun terhadap fans berat seni merajah fisik misalnya menato dan tindik telinga.

Lahirnya bakteri sipilis atau penyakit rajasinga juga bisa timbul dari seorang ibu yang sedang ‘berbadan dua’ atas embrio dalam kandungannya, berdasarkan data otentik nominal kenaikan persoalannya sampai hari ini cukup harus siaga satu. Adapun tentang keadaan ini dalam istilah medis dinamakan sifilis kongenital. Hasil probabilitas (kemungkinan) terjadi sesuatu yang lebih serius adalah wafatnya sang embrio yang ada dalam kandungan dapat terjadi akibat pengaruh infeksi tadi. Disisi lain sebenarnya bakteri penyebab penyakit rajasinga tidak bisa ‘berumur’ lama berada di luar tubuh manusia alias (kemungkinan lenyap begitu saja gampang sekali), begitupun penyakit tadi tergolong mustahil ditularkan melalui contoh di bawah ini:

  • Menggunakan ‘kamar kecil’ berbarengan dengan Pengidap rajasinga.
  • Berbarengan dalam penggunaan peralatan makan yang sama.
  • Memakai busana yang sama.
  • Menggunakan bak renang maupun kamar mandi yang sama.

‘Sebuah kode’ dini dari sifilis adalah terlihat kurang lebih (sebulan kurang seminggu) pasca bakteri menyerang tubuh. Peradangan (infeksi) sifilis dibagi menjadi empat stadium utama, yaitu:

Sifilis Primer
Penderita sipilis lazimnya bakal mengalami keluhan yang dibarengi dengan kucam atau lecet di alat kemaluan maupun di dalam dan wilayah mulut. Luka yang kelihatan berpola semacam gigitan semut dan herannya tak mengalami rasa sakit. Di periode ini, kalau orang yang terinfeksi berhubungan intim pada individu lain, pastinya transmisi bakteri tidak muskil terjadi. Lecet ini terjadi kurun waktu 1 hingga 2 bulan. Pada akhirnya, lesi ini akan pulih tanpa menyisakan tanda.

Sifilis Sekunder (Kedua)
Pengidap sipilis sekunder alias fase ke dua bakal memperoleh ruam merah berdiameter biji kecil dan biasanya lecet tadi muncul pada tapak tangan dan telapak kaki. Tanda lain yang dapat timbul ialah meningkatnya suhu tubuh, minat makan berkurang begitu saja, abses dalam leher dan penyakit jengger ayam. Tahapan itu sanggup terjadi kurun waktu (tiga puluh sampai sembilan puluh) hari

Sipilis Laten (atau tak nampak tetapi berpeluang eksis)
Selepas etape sipilis sekunder, sifilis seakan-akan ‘musnah’ dan tidak ada mengalami keluhan sekecilpun. Durasi laten ini bakal berproses kurang lebih dua tahun, setelah itu menuju ke hierarki yang teramat ‘menggoyahkan’ kebugaran sang pengidap dalam peradangan (infeksi) penyakit rajasinga yakni sipilis tersier.

Sifilis Tersier
Kalau infeksi PMS (penyakit menular seksual) itu tanpa inisiatif tindakan dini, maka penyakit sipilis punya konsekuensi untuk berpindah kepada hierarki akhir bernama sipilis tersier. Di starata tersebut, peradangan (infeksi) mampu menghasilkan efek yang destruktif (bersifat merusak) terhadap raga seseorang. Adapun masalah kesehatan yang dialami lantaran peradangan (infeksi) terhadap fase tersebut ialah kebutaan, menurunnya (kemampuan berpikir, memahami bahasa, menentukan pertimbangan, kecerdasan mental), kelumpuhan, disfungsi penis, gangguan pendengaran, dan malahan hingga meregang nyawa bilamana tak ditangani dengan benar

Sipilis lebih gampang merambat semasih tahap primer juga sekunder. Sekiranya seseorang mengetahui telah ‘terserang bakteri’ penyakit rajasinga, hendaknya segera memeriksakan diri pada medikus atau poliklinik (spesialis sakit alat vital) untuk keterangan positif tidaknya diagnosis terhadap sipilis. Makin awal sipilis ditindaklanjuti, maka kecil kemungkinan buat sipilis menjelma menjadi penyakit yang mematikan. (Kenali Gonore)

Terapi Yang Dilakukan Untuk Penyakit Rajasinga
Pengobatan sifilis terbilang tidak pelik dilakukan jika ditindaklanjuti lebih awal, penanganan sebagian besar adalah dengan mengonsumsi antibiotik misalnya Tetrasiklin (Tetracycline), Eritromisin (Erythromycin), Ceftriaxon (Ceftriaxone), Doksisiklin (Doxycycline), Azithromicin (Azithromycin), namun penting buat dicatat mesti sesuai resep dokter ya :). Jika tak terobati, sifilis berpotensi menjelma penyakit yang teramat riskan serta bisa meregang nyawa. Pengidap sipilis yang masih dalam etape penanganan hendaklah menghindari hubungan intim sampai infeksi diputuskan telah normal seperti sediakala

TANDA BAHWA SESEORANG TERJANGKIT PENYAKIT RAJASINGA
Penderita sipilis ternyata tidak pelik menularkan bakteri penyakit tersebut lantaran banyak di antara mereka cuma menemui tanda-tanda ringan sehingga tidak tahu kalau mereka telah tertular. Gejala sipilis lamakelamaan berubah selaras dengan level sifilis yang diderita.

Indikator Buat Penyakit Rajasinga Primer
Simptom (gejala) dominannya untuk penyakit rajasinga primer yakni tampaknya lecet atau tukak. Luka ini nongol (10 hari – 12 minggu) selepas bakteri berdiam di dalam tubuh, bintil merah itu acapkali disepelekan oleh orang yang ketularan sipilis dikarenakan tidak memunculkan rasa perih. Lecet tadi berkembang pada bagian tubuh dimana bakteri saat pertama masuk, semisal pada organ intim pria, faraj, atau bagian dubur. Lecet ini juga bisa tampak di jari, mulut ataupun bibir, dan amandel.

Perawatan lecet memakan tempo lebih kurang (21 sampai 42 hari). Separuh dari pesakit rajasinga, luka yang muncul hanya satu namun ada juga yang mendatangkan tak kurang dari satu bintil merah. Di samping itu, sifilis primer juga bisa diketahui oleh adanya basal alias bengkak kelenjar di bagian ‘ketek’, pangkal paha, atau leher. Sipilis akan bertransformasi jadi level sekunder tatkala tak diobati sedari semula. (Kenali Gonore)

Ciri Buat Penyakit Rajasinga Sekunder (Kedua)
Beberapa pekan selepas ruam menghilang maka simptom (gejala) penyakit rajasinga sekunder bakal terlihat. Bintil merah berisiko keluar pada sekitaran tubuh mana saja terlebih pada telapak tangan serta kaki. Indikasi lainnya adalah caplak (kutil) pada alat vital laki-laki dan perempuan, yang tersendiri untuk wanita yaitu caplak (kutil) akan nongol di bagian vagina. Adanya diferensiasi kemunculan ketuat di sekitaran anus lazimnya dihadapi wanita dan pria.

Tanda yang seolah sama dengan penyakit flu dapat pula nongol. Pesakit bakal memiliki rasa lemau (tak bertenaga), nyeri kepala, linu pada sendi, juga panas badan. Di samping itu ternyata penciutan bobot tubuh dan kerontokan rambut riskan terjadi, kelenjar limfa juga terjadi pembesaran.

Indikasi-indikasi tersebut bakal terjadi hingga beberapa minggu, serta bakal menampakkan eksistensinya ataupun tersembunyi dan terus seperti itu jangka waktu beberapa bulan ke depan. Jika sifilis sekunder tidak ditindaklanjuti sesuai arahan, infeksi bakal berubah menjadi periode berikutnya.

Simptom (gejala) Bagi Penyakit Rajasinga Laten (tak kasat mata namun berkesempatan timbul)
Pada etape ini bakteri tidak kemana-mana alias ada, tetapi penyakit rajasinga tak menghasilkan gejala sedikitpun. Tatkala (dua belas bulan) di awal level sipilis laten, infeksi terbukti dapat beralih bakterinya. Setelah 2 tahun, peradangan (infeksi) bersemayam ada di dalam badan si pasien, tetapi tanpa dapat beralih bakterinya buat individu lain secara berulang. Etape ini bakal berproses beberapa tahun lamanya. Misalkan tidak ditanggulangi secara sungguh-sungguh, sifilis laten punya potensi berubah mengarah sipilis tersier (jenjang sifilis yang kian parah).

Ciri Buat Sifilis Tersier
Angka menunjukkan 30 % pasien sipilis tanpa penanggulangan bakal merasai tahap tersier. Indikator sifilis tersier bermula sejak beberapa tahun sesudah peradangan (infeksi) saat pertama menggerogoti tubuh. Unit tubuh di mana bakteri penyakit rajasinga pertama nerobos sehingga memberi efek gejala yang dirasakan.

Di stadium tersebut, penyakit rajasinga biasanya sangat ‘gawat’ serta tidak jarang berujung meregang nyawa. Penyakit rajasinga tersier bakal berakibat terhadap jantung, organ penglihatan manusia, pusat saraf, organ tubuh yang mengambil sari makanan di dalam darah dan menghasilkan empedu, pembuluh darah, tulang, dan engsel tangan atau kaki. Dengan kata lain pesakit bakal menanggung stroke, penyakit jantung, maupun kebutaan gara-gara infeksi menular seksual ini. (Kenali Gonore)

Gejala Atas Penyakit Rajasinga Kongenital
Wanita dalam keadaan ‘bunting’ dan menerima sifilis bisa menurunkan bakteri infeksi kepada janinnya. Dampak tersebut bisa dibatasi sekiranya si ibu diatasi dengan sungguh-sungguh sebelum kehamilan tiba di empat bulan. Misalkan tidak diobati sesuai arahan, perkara baru semacam ini biasanya dialami:

  • Kelahiran dalam keadaaan mati atau bayi meninggal dalam kantong peranakan
  • Maut menjemput sang bayi tidak lama setelah dilahirkan
  • Gugur kandungan
  • Si kecil (bayi) keluar dari kandungan dengan sipilis
  • Si kecil (bayi) terlahir sebelum waktunya (prematur)

Bayi yang lahir ke dunia mewarisi kongenital penyakit rajasinga dengan kondisi bernyawa, mayoritas tanpa merasakan simptom (gejala) semata. Cuma adanya kemungkinan menonjolnya permukaan kulit berbintik merah terhadap tapak kaki dan tangan. Efek buruk yang dapat tumbuh buat anak yang lahir kedunia bersama penyakit rajasinga, sebagai berikut:

  • Susunan yang mengalami deformasi pada gigi
  • Evolusi tulang yang tidak maksimal
  • Tidak maksimalnya indra pendengaran
  • Tidak dapat mendengar
  • Kondisi rangka alat penciuman manusia yang permukaannya tak berjendul

Selalu mendengarkan pendapat dari dokter atau spesialis penyakit organ intim tatkala seorang wanita terinfeksi penyakit sipilis dan tengah dalam keadaan ‘berbadan dua’ 🙂

KETIDAKSESUAIAN ANTARA SIFILIS DENGAN KENCING NANAH (GONORE)
Gonore (kencing nanah) dan penyakit rajasinga termasuk infeksi penyakit menular seksual (PMS) dengan faktor utama yang tidak sama. Kencing nanah (gonore) bermula oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae sedangkan penyakit rajasinga dipicu oleh bakteri Treponema pallidum, tanda yang didapat juga tidak sama, ya… kendati masih tidak sedikit yang berpendapat agak menyerupai 🙂 . Beberapa keluhan yang umum dirasakan :

INDIVIDU YANG KETULARAN GONORE (KENCING NANAH)

  • Sakit saat BAK (buang air kecil) diikuti adanya cairan nanah (agak kekuningan) dari muara penis
  • Diujung ‘helm’ penis kaya anyang – anyangan
  • Lambung wilayah bawah berasa sakit
  • Keluhan lain bagi pria berupa sakit pada buah pelir, mengalami basal (pembengkakan) pada kulit khitan
  • Pipis nanah dan darah kadang bercampur serempak, akan tetapi tidak luka pada permukaan kelamin laki-laki
  • Masalah lain dengan perempuan : haid semakin sulit, sakit manakala bersetubuh

PENDERITA PENYAKIT RAJASINGA

  • Terlihat keluhan adanya luka bagian luar kulit penis yang tak ada gatal serta tanpa nyeri
  • Ruam Luka di kemaluan pria meneteskan cairan sedikit kuning dibarengi nanah
  • Ruam Luka kemungkinan lenyap sendiri sangat cepat namun kuman tersebut bisa ‘menggempur’ tubuh dari dalam dan dapat balik lagi hidup pada masa yang akan datang

PEMERIKSAAN PENYAKIT RAJASINGA
Jangan tunda untuk pergi ke medikus atau poliklinik (pakar penyakit kemaluan) apabila adanya kemungkinan, bahwa Anda sudah ketularan penyakit sipilis. Bila sakit sipilis diatasi secara tepat, pastinya komplikasi yang berbahaya akan terhindarkan sehingga antusiasme supaya sembuh secara total makin terbuka lebar.

Awalnya, seorang medikus (dokter) dari balai kesehatan bakal bertanya seputar tanda ‘keluhan’ yang saudara-saudari rasakan sebelum melangsungkan penelitian fisik secara utuh. Terutama pengecekan di sekeliling kemaluan ataupun anus, perawat kemudian akan mengamati kemunculan bintik kulit kemerahan ataupun kulit timbul di merih ‘tenggorokan’ dan mulut. Begitupun, medikus atau balai kesehatan (ahli penyakit organ intim) biasanya akan menganjurkan Anda supaya menjalani sejumlah pengujian di bawah ini:

Cek Darah
Setelah pengecekan kondisi tubuh dianggap cukup, menyertainya dengan tes darah demi validasi eksistensi infeksi bakteri sifilis pada internal badan anda. Tes darah bisa mengetahui adanya zat (antibodi) penentang toksin/racun yang diciptakan oleh tubuh untuk menangkis sipilis. Perisai perlindungan (antibodi) terhadap bakteri sifilis bakal tidak bergerak eksis di dalam fisik seseorang selama bertahun-tahun

Diantara cek darah yang tersendiri untuk mengetahui bakteri Treponema pallidum yaitu Treponemal Antibody Test. Individu dengan status tes berupa afirmatif (alias positif), nyaris pasti bakal terdiagnosis menderita PMS (penyakit menular seksual) yaitu sipilis. Akan tetapi tes tadi akan terus mempertahankan status afirmatif (alias positif) beberapa tahun setelah sipilis diobati. Sebab itu, guna meyakinkan betulkah orang itu tertular sifilis sekarang ini atau memang sudah pada saat dahulu, pastinya diharuskan penelitian tambahan yang dikenal RPR (Rapid Plasma Reagin). Seseorang yang sedang memiliki sipilis akan memperlihatkan status Treponemal Antibody Test positif disertai RPR positif.

Infeksi PMS (penyakit menular seksual) sipilis semakin riskan untuk si kecil (bayi) di dalam embrio maupun anak yang baru saja lahir. Oleh karenanya, ibu mengandung diberi arahan agar melakukan tes darah pada penyakit rajasinga. Tes itu rata-rata dijalani apabila usia ‘buntingan’ berada di interval (dua belas) sampai (dua puluh pekan). Sekiranya diagnosis sifilis sudah dipastikan, perawatan ataupun pemulihan harus dilakoni selekas mungkin.

Mencermati Cairan Lecet Atau Tukak
Apabila terdapat bintil merah ‘luka’, seorang medikus (dokter) spesialis bakal menampung sedikit cairan dari ruam ‘luka’ untuk percontohan (sampel) agar diperiksa di laboratorium. Tes itu hanya mampu diimplementasikan untuk sipilis primer (awal) dan sekunder (selanjutnya), yakni kala adanya ruam ‘luka’ maupun tukak. Percontohan (sampel) cairan akan memperlihatkan bukti apakah terdapat bakteri yang membuat terjadinya sipilis.

TERAPI SIFILIS SECARA HERBAL
Adapun untuk mengobati gonore (kencing nanah), sipilis, kutil kelamin (kondiloma akuminata), clamidya, dan lainnya, dari Klinik De nature memberikan berbagai macam ramuan obat antibiotik alami – antivirus – antibakteri diantaranya GANGJIE – GHOSIAH – PIPECA – HABATOP ATAU HABBATUSSAUDA – KAPSUL BERSIH DARAH – BAWANG LANANG yang bisa membantu membereskan gejala yang dialami. (Kenali Gonore)

kemaluan bengkak gatal perih nyeri saat haid-tanda infeksi saluran kemih

PENGOBATAN PENYAKIT RAJASINGA SECARA ANTIBIOTIK ATAU RESEP DOKTER
Penisilin (Penicillin G Procaine atau Procaine Benzylpenicillin) cukup tokcer dan biasanya dipakai buat menanggulangi PMS (penyakit menular seksual) sipilis primer ‘pertama’ atau sekunder ‘kedua’. Penisilin pada umumnya dimasukkan melalui injeksi jarum suntik, ada beberapa ragam antibiotik lainnya di apotik misalnya Tetrasiklin (Tetracycline), Eritromisin (Erythromycin), Ceftriaxon (Ceftriaxone), Doksisiklin (Doxycycline), Azithromicin (Azithromycin) yang juga mempan menanggulangi bakteri pemicu sipilis, apabila anda yang alergi dengan penisilin

kelamin bengkak bernanah gatal vagina perih sakit setelah berhubungan

BOLEHKAH MENEGUK REBUSAN AIR DAUN SIRIH MERAH USAI KONSUMSI RESEP DOKTER?
Pada masa perawatan, konsumsi air rebusan piper batle (daun sirih) bukan berarti keadaan yang dilarang sepenuhnya. Hanya saja sedikitnya pengetahuan tentang kegunaan dan efek samping konsumsi air itu atas terapi penanganan perlu Anda respon secara bijak. Untuk mengurangi kesan negatif maupun probabilitas (kemungkinan) korelasinya sama pengobatan yang saudara/saudari terapkan, bagusnya Anda memberi interval kisaran dua sampai 3 jam antara minum air rebusan piper batle (daun sirih) dengan konsumsi obat. (Kenali Gonore)

BISAKAH MENGOLES ATAU MEMINUM ALLIUM SATIVUM (BAWANG PUTIH) BUAT PENGOBATAN SIFILIS?
Allium sativum (bawang putih) terbilang aman seumpama dipakai lewat proses ditelan atau dalam bentuk suplemen, tetapi allium sativum (bawang putih) yang belum diolah tidak diimbau untuk dioleskan langsung pada permukaan kulit lantaran terdapat efek yang menjadikan gangguan cukup fatal, sebaiknya pasien tak mengoleskan bawang putih ke alat vital, mengingat alat vital bagian dari wilayah lumayan peka dan kian rentan terjadi gangguan serius. Beberapa mitos ada di masyarakat seperti melumurkan allium sativum (bawang putih) bisa menjadikan kelamin makin besar atau memulihkan sifilis hingga detik ini masih tidak terjamin kebenarannya menurut ilmu kedokteran.

ADA TIDAK YA SARAN ATAUPUN LARANGAN JENIS MAKANAN SEWAKTU MENANGANI SIPILIS
Berdasarkan sebuah petunjuk yang dialami seperti nyeri waktu kencing disertai keluar cairan seperti sperma yang berbau, situasi seperti ini acapkali berlangsung terhadap penyakit menular seksual (PMS) gonorhea. Peradangan (infeksi) tersebut dipicu pula oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Baik itu penyakit rajasinga dan gonore tidak bersangkutan pada jenis makanan seperti telor, makanan pedas, buah semangka dll. Kesimpulannya tak ada pantangan eksklusif perihal makanan secara medis. Hanya saja tak sama bila menerapkan pengobatan dari De nature Indonesia tentu adanya sekian pantangan dan rekomendasi yang ‘mau tidak mau’ bagusnya diimplementasikan selaras dengan arahan dari spesialis herbal perusahaan.

JUJUR APA ADANYA PADA PENDAMPING HIDUP
Bilamana bapak/ibu terbukti terinvasi sifilis, segera sampaikan pada pasangan atau mantan pasangan dari saudara/saudari sehingga dia bakal melangsungkan pemeriksaan sekaligus mendapatkan pengobatan. Bilamana Anda memandang malu untuk membicarakan penyakit tadi dengan pasangan atau eks (mantan) suami/istri Anda, mohonlah masukan dari seorang medikus (dokter) maupun klinik kesehatan khusus penyakit organ intim. Lebih elok buat saudara/saudari supaya mengemukakan pada suami/istri perihal PMS (penyakit menular seksual) sifilis. Misalkan penyakit tadi tidak ditindaklanjuti sesuai petunjuk, pada akhirnya bisa mengancam jiwa. (Kenali Gonore)

KOMPLIKASI AKIBAT SIFILIS
Sifilis sangat berpotensi mengakibatkan beberapa komplikasi semisal mengentengkannya, sipilis dapat pula menaikkan resultan kedatangan beberapa penyakit yang meliputi:

  • Kerusakan saraf, seperti stroke, peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang (meningitis), tunarungu, rabun, ‘alat vital pria loyo’, dan masalah kandung kemih.
  • Gangguan jantung, diantaranya basal (pembengkakan) pembuluh nadi yang besar, aneurisma, problem pembuluh darah, dan masalah katup jantung.
  • Peradangan (infeksi) pesakit yang mengidap sifilis dan sering berganti-ganti mitra seks yang memperoleh imbas terkena Hiv dua kali lipat dari orang pada umumnya.
  • Problem ‘buntingan’ juga janin. Wanita hamil yang mengalami penyakit rajasinga biasanya mewariskan penyakit ini atas si kecil (bayi) yang terdapat di dalam perut kandungan.
  • Benjolan kecil atau guma, situasi tadi biasanya keluar terhadap permukaan kulit, tulang, serta lever atau bagian tubuh lainnya.

PENGHINDARAN ATAS PMS (PENYAKIT MENULAR SEKSUAL) SIFILIS
1. Setia terhadap pendamping hidup bagian dari ikhtiar efektif guna mencegah diri atas infeksi sifilis. Penggunaan kondom bisa diaplikasikan sebagai aksi pengaman pilihan dalam usaha mengurangi risiko penjalaran penyakit rajasinga, terlebih pada lingkungan wanita ‘kupu-kupu malam’. Kendati demikian kondom itu sekadar mencegah penularan infeksi. Penyakit rajasinga tetap bisa merambat melalui sex oral (mulut), perihal itu terjadi ketika mulut bersentuhan secara frontal dengan luka (bintil merah) pada penis/vagina yang sudah terjangkit. (Kenali Gonore)

2. Betul-betul ditekankan sekali agar memasang alat kontrasepsi pada saat melakukan jimak baik secara vaginal (lewat kelamin wanita), ataupun anal (anus). Pakailah dental dam (alat pelindung seks berupa karet lentur) ketika melakoni sex oral (mulut), alat ini berguna sebagai pembatas antara mulut dan kemaluan, sehingga perpindahan bakteri penyakit seksual dapat dihambat.

Jauhi hubungan intim secara oral (mulut), vagina (lewat faraj perempuan), atau anal (anus) hingga penanganan sipilis tuntas dijalankan, mengapa demikian…? disebabkan berpeluang untuk saudara/saudari infeksinya kumat lagi tatkala bersetubuh dengan orang yang memiliki beberapa pasangan seksual atau malah bapak/ibu bisa mengikutsertakan (infeksi) peradangan pada orang lain.

PMS (penyakit menular seksual) sipilis juga bisa menjalar tanpa harus dengan perantara hubungan seksual. Apabila saudara/saudari pecinta narkoba suntik maupun yang suka seni menggambar tubuh seperti menato dan menindik kuping, hendaklah menghindari saling berjoin jarum suntik sama siapa pun, bapak/ibu direkomendasi untuk senantiasa menggunakan jarum yang sudah dibersihkan (aman).

Mungkin cukup ini yang bisa kami ulas mengenai Kenali Gonore, mudah – mudahan semakin menambah wawasan kita semua terutama seputar penyakit menular seksual (PMS) gonorhea maupun sipilis


Ditambahkan pada: 16 September 2019

Ulasan customer dinonaktifkan: Kenali Gonore

Maaf, form ulasan customer dinonaktifkan untuk produk ini

SIDEBAR
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.