SELURUH GAMBAR SERTIFIKASI LEGALITAS KLINIK DE NATURE INDONESIA DAPAT KAMI INFOKAN MELALUI CHATTING WHATSAPP - LINE STANDAR PRODUK INTERNASIONAL ( ISO ) DAN NASIONAL BPOM - HALAL MU JUGA SEBAGIAN TESTIMONI KESEMBUHAN PASIEN BESERTA HASIL LABORATORIUM SETELAH KONSUMSI OBAT DE NATURE BUKTI RESI KIRIMAN LUAR NEGERI DAN DALAM NEGERI YANG BISA DICEK SECARA ONLINE SEBAGAI REFRENSI PAKET TELAH SAMPAI TUJUAN
Beranda » Anyang anyangan » Isk Berkepanjangan

Isk Berkepanjangan

Kode : -
Berat : gram
Stok :
Kondisi : Baru
Kategori : Anyang anyangan, Ciri Gonore, Ciri Sipilis, Gonore, Infeksi Saluran Kemih, Isk, Kencing Nanah, Keputihan (Fluor Albus - White Discharge - Leukorea), Klamidia ( Chlamydia ), Klinik Penyakit Kelamin, Penyakit Rajasinga, Pipis Sakit, Sifilis, Sipilis, Spesialis Penyakit Kelamin, Tanda Gonore, Tanda Sipilis
Dilihat : 205 kali
Review : Belum ada review
INFO HARGA
Silahkan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi harga produk ini.

Bagikan informasi tentang Isk Berkepanjangan kepada teman atau kerabat Anda.

Deskripsi Isk Berkepanjangan

Senada dengan titel pada segmen artikel saat ini, yaitu Isk Berkepanjangan, dimana tentu saja jenis penyakit tadi tidak luput dari unsur spesifik kenapa tubuh kita ‘sampai-sampai’ terdiagnosa secara positif terkena salah satu macam bakteri berbahaya yang ada di dunia saat ini. Oleh karenanya supaya mempelajari lebih jauh lagi atas segala sesuatu yang berkaitan mengapa seseorang didiagnosa telah terserang bakteri mematikan tersebut. Mari.. Kita lihat bersama keterangan di paragraf halaman berikut ini

Kami meminta waktunya supaya mas/mba semua sudi melihat tayangan beberapa saat dari video mengenai perusahaan obat tradisional De Nature Indonesia, berikut videonya…

MENGKAJI SECARA MENDALAM MENGENAI PENYAKIT KEMALUAN BERNANAH YAITU PENYAKIT RAJASINGA ALIAS SIFILIS
Penyakit kelamin sipilis atau yang biasa dikenal dengan penyakit rajasinga ternyata merupakan infeksi yang muncul lantaran bakteri jahat yaitu Treponema pallidum.

Belum banyak yang tahu bahwa sifilis merupakan salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang dapat serius, bahkan sebagian peristiwa hingga ‘meregangkan’ nyawa tatkala dianggap remeh tanpa penanganan cepat dan tepat. Lazimnya infeksi ini menjalar dengan perantara hubungan seksual terhadap seseorang yang terkena secara positif, bukan saja melalui melakukan persetubuhan bakteri yang mengakibatkan penyakit sipilis dapat pula meluas melalui paparan cairan tubuh si penderita misalnya melalui darah atau air liur yang memiliki ruam merah seperti sariawan. Secara umum pergesekan langsung terjadi ala seks vaginal (lewat organ intim wanita), anal (dubur) maupun oral (mulut). Tak berhenti disitu saja, ternyata memakai jarum secara bergantian mampu memindahkan infeksi penyakit ini baik bagi ‘pengagum’ narkoba suntik ataupun bagi fans berat seni ‘melukis’ anggota tubuh seperti tato dan tindik telinga.

Tumbuhnya bakteri sipilis alias penyakit rajasinga rupanya juga timbul dari seorang wanita yang sedang ‘berbadan dua’ atas embrio dalam kandungannya, menurut data otentik nominal peningkatan kasusnya hingga kini cukup genting. Adapun perihal keadaan ini dalam istilah medis disebut sipilis kongenital. Impak kemungkinan terjadi sesuatu yang lebih serius adalah ‘kematian’ bayi yang ada dalam perut kandungan berpotensi terjadi dikarenakan pengaruh infeksi tadi. Kita tahu bahwa bakteri penyebab sifilis tidak bisa ‘bertahan’ lama berada di luar tubuh manusia alias (kemungkinan mati sendiri sangat cepat), dan penyakit ini boleh dikatakan mustahil ditularkan melalui list perkara berikut ini:

  • Memakai ‘kamar kecil’ yang sama dengan penderita sifilis.
  • Bercampur dalam pemakaian alat makan yang sama.
  • Menggunakan ‘sandang’ secara bergantian.
  • Memakai kolam renang ataupun kamar mandi yang sama.

‘Sebuah petunjuk’ pertama pada penyakit rajasinga adalah bisa diketahui kurang lebih (dua puluh dua) hari sesudah bakteri menyelinap dalam tubuh. Peradangan (infeksi) penyakit rajasinga terdapat kategorisasi yaitu menjadi 4 stadium utama, yaitu:

Sipilis Primer
Pasien sipilis rata-rata akan merasakan cirinya pertama kali seperti pucat atau lecet pada organ intim laki-laki/perempuan ataupun di dalam dan daerah mulut. Lecet yang timbul berbentuk semacam gigitan lebah dan herannya tak memicu rasa sakit. Di stadium ini, jika individu tadi yang tertular melakukan jimak terhadap mitra seksnya, niscaya penjalaran tidak sulit terjadi. Luka itu berproses dalam waktu 30 sampai 60 hari. Walhasil, lesi ini bakal sembuh tanpa meninggalkan bekas.

Penyakit Rajasinga Sekunder (Kedua)
Orang yang sakit sipilis sekunder atau tahapan ke dua bakal mengeluarkan lecet kemerahan selebar biji kecil dan lazimnya ruam tadi keluar pada tapak tangan serta tapak kaki. Tanda lain yang suka mengikuti proses ialah meningkatnya suhu tubuh, keinginan melahap makanan berkurang begitu saja, sakit saluran napas juga penyakit ketuat kelamin (bahasa melayu). Periode ini akan bertahan selama (satu – tiga) bulan

Sipilis Laten (atau tak nampak tetapi berkesempatan kumat)
Pasca masa sifilis sekunder, sipilis seperti selesai serta tak mengakibatkan keluhan semata. Jangka waktu laten tersebut bakal terjadi kira-kira dua tahun, sebelum kemudian lanjut ke tingkat yang makin membahayakan kebugaran si pasien dalam infeksi PMS (penyakit menular seksual) yakni sipilis tersier.

Penyakit Rajasinga Tersier (Ketiga)
Jika peradangan (infeksi) penyakit menular seksual (PMS) itu tanpa pananganan, maka penyakit rajasinga punya kapasitas dapat naik setingkat kepada jenjang penutup bernama sifilis tersier. Pada fase itu, peradangan (infeksi) suka mengeluarkan dampak yang luar biasa terhadap organ tubuh. Sebagian impak dari peradangan (infeksi) bagi tahap ini ialah kebutaan, menurunnya (kemampuan berpikir, memahami bahasa, menentukan pertimbangan, kecerdasan mental), kelumpuhan, ‘lemah zakar’, masalah pendengaran, dan tidak jarang hingga kasus kematian andaikan diremehkan

Penyakit Rajasinga sangat mudah merembet semasih etape primer serta sekunder. Andai Anda menduga adanya infeksi sifilis, supaya cepat-cepat periksakan diri ke dokter atau balai kesehatan (ahli penyakit kelamin) guna keterangan positif tidaknya diagnosis terhadap sipilis. Makin awal sifilis ditanggulangi, maka sedikit kemungkinan bagi penyakit rajasinga menjelma menjadi parah. (Isk Berkepanjangan)

Penanganan Yang Diterapkan Pada Penyakit Rajasinga
Penanganan penyakit rajasinga terbilang gampang dilakukan manakala diatasi secara telaten, perawatan dominannya adalah dengan perantara antibiotik berupa suntikan penisilin (Penicillin G Procaine atau Procaine Benzylpenicillin), dan perlu untuk diingat mesti dibawah arahan dokter ya :). Bila tidak terobati, sipilis bisa menjelma penyakit yang sangat serius dan hingga berpuncak pada kematian. Penderita sifilis yang sedang dalam periode terapi patut menghindari melakukan jimak sampai peradangan (infeksi) dinyatakan sudah sembuh total

BEBERAPA ISYARAT BAHWA KITA TERINFEKSI SAKIT SIFILIS
Pasien penyakit menular seksual (PMS) ternyata tidak muskil menjangkitkan ‘partikel jahat’ penyakit ini akibat cukup lumayan dari mereka hanya merasakan gejala-gejala ringan akhirnya terlalai kalau mereka telah terinfeks. Indikasi sipilis lambat laun berganti sebanding dengan etape penyakit rajasinga yang dirasakan.

Tanda Atas Penyakit Rajasinga Primer
Indikator secara umum terhadap sifilis primer adalah nongolnya ruam atau tukak. Bintil Merah tersebut nongol (10 hingga 90 hari) selepas bakteri menyelinapi tubuh, ruam tersebut kadang-kadang digampangkan sama pasien rajasinga disebabkan tak mengakibatkan rasa sakit. Luka tersebut berkembang pada sekitar anggota tubuh dimana bakteri pertama kali meretas, diantaranya pada penis, faraj, maupun bagian dubur. Bintil Merah itu juga bisa terjadi pada mulut maupun bibir, jari, dan amandel.

Pemulihan ruam membutuhkan durasi sekitar (3 – 6 minggu). Segilintir dari pesakit sifilis, luka yang timbul semata satu akan tetapi terdapat pula yang menghadirkan lebih dari satu ruam. Di samping itu, sipilis primer juga bisa diketahui dengan basal alias bengkak glandula (kelenjar) pada daerah leher, ‘ketek’, atau kelangkang paha. Penyakit rajasinga mampu berkembang jadi stadium sekunder jika tidak diobati sejak semula. (Isk Berkepanjangan)

Indikator Bagi Sifilis Sekunder
Beberapa pekan sesudah bintil merah menghilang maka simptom (gejala) sipilis sekunder akan nongol. Bintil merah berpotensi nongol pada anggota tubuh mana saja khususnya di telapak tangan serta kaki. Ciri lainnya yaitu sejenis tonjolan daging pada vagina dan penis, khusus pada wanita yaitu semisal jendulan daging bisa keluar di seputar vagina. Sebaliknya kehadiran penyakit jengger ayam di wilayah anus bakal dialami wanita dan pria.

Indikasi yang identik dengan penyakit flu bisa juga muncul. Pengidap akan mempunyai rasa rengsa (lemah badan & hilang tenaga), nyeri area kepala, sakit di sekeri (persendian) siku atau lutut, serta demam. Lebih dari itu rupanya perampingan bobot badan serta kegundulan rambut kemungkinan dialami, limfonodus (kelenjar) yang mengalirkan cairan getah bening terbaur ke dalam darah dan jaringan tubuh ikut mengalami pembesaran.

Gejala-gejala itu biasanya berlaku kurun waktu beberapa minggu, juga bakal ada ataupun ‘sirna’ secara berulang-berulang rentang waktu beberapa bulan kemudian. Apabila sipilis sekunder tak ditindaklanjuti secara benar, peradangan (infeksi) bisa berubah menuju level berikutnya.

Gejala Atas Sipilis Laten (tak terlihat tetapi berpotensi kumat)
Di stadium ini bakteri tak bergerak alias aktif, namun sifilis tiada mengalami gejala apa pun. Ketika (dua belas bulan) di muka tahapan sipilis laten, infeksi tentu bisa beralih bakterinya. Sehabis 2 tahun, peradangan (infeksi) bersemayam ada di dalam badan si pasien, tapi tidak dapat beralih bakterinya pada individu lain secara berulang. Periode itu akan berlangsung bertahun-tahun. Tatkala tidak ditangani dengan benar, penyakit rajasinga laten bakal berlanjut pada sifilis tersier (jenjang sifilis yang paling serius).

Indikasi Atas Sipilis Tersier (Ketiga)
Berada pada kisaran 30 % pengidap sifilis tanpa pananganan dapat mengemban penderitaan starata tersier. Indikasi penyakit rajasinga tersier bermula sejak beberapa tahun selepas peradangan (infeksi) pertama kali menginvasi badan si pasien. Komponen tubuh di area bakteri penyakit rajasinga pertama nembus sehingga menaruh pengaruh pada gejala yang dialami.

Di tingkat itu, sifilis bakal kian serius serta belum lagi berakhir kasus kematian. Sipilis tersier hampir semuanya rentan bermasalah pada organ tubuh yang menjadi pusat peredaran darah, mata, otak, lever, urat tempat darah mengalir, tulang, dan sekeri (persendian) kaki atau tangan. Oleh karenanya penderita biasanya menanggung stroke, sakit jantung, ataupun kehilangan penglihatan lantaran infeksi menular seksual tersebut. (Isk Berkepanjangan)

Tanda Atas Sifilis Kongenital
Wanita dalam keadaan hamil serta memperoleh penyakit menular seksual (PMS) dapat mengalihkan bakteri peradangan (infeksi) kepada bayinya. Imbas ini bisa disedikitkan persentasinya bila sang ibu menuntaskan usaha pengobatan intensif sebelum kehamilan genap (enam belas) minggu. Andaikan tak ditanggulangi dengan tepat, komplikasi berikut bakal dialami:

  • Melahirkan meninggal maupun bayi meninggal dalam perut
  • Kehilangan nyawa si kecil (bayi) tidak lama pasca terlahir ke dunia
  • Keluron (terjadi keguguran)
  • Bayi lahir membawa penyakit rajasinga
  • Si kecil (bayi) keluar dari kandungan prematur

Bayi yang dilahirkan membawa kongenital sipilis masih tetap hidup, mayoritas tidak mengalami indikasi semata. Cuma adanya probabilitas (kemungkinan) tampaknya ruam terhadap telapak tangan serta kaki. Indikasi yang mungkin perlahan berubah buat anak yang lahir kedunia dengan sipilis, sebagai berikut:

  • Transformasi bentuk gigi
  • Evolusi tulang yang nyaris tak mengalami peningkatan
  • Kelainan pendengaran
  • Disfungsi telinga untuk mendengar
  • Bentuk indra penciuman yang permukaannya tak berjendul

Konsultasikan dengan dokter maupun pakar penyakit kelamin jika pasien terinvasi PMS (penyakit menular seksual) serta sedang dalam kondisi ‘berbadan dua’ 🙂

KETIDAKSESUAIAN ANTARA SIFILIS DAN KENCING NANAH (GONORE)
Gonore (kencing nanah) dan penyakit rajasinga adalah infeksi PMS (penyakit menular seksual) dengan faktor utama yang tidak sama. Gonore (kencing nanah) disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae sedangkan penyakit rajasinga bermula oleh bakteri Treponema pallidum, simptom (gejala) yang ditimbulkannya juga berbeda, ya… walaupun sebagian besar orang yang bilang sedikit persis 🙂 . Beberapa ciri yang kebanyakan dirasakan :

PENDERITA GONORE (KENCING NANAH)

  • Sakit saat buang air kecil (BAK) disertai adanya lendir nanah (putih kekuningan) dari muara penis
  • Diujung ‘helm’ kelamin pria mirip anyang – anyangan
  • Perut wilayah bawah berasa sakit
  • Gangguan lain terhadap pria ialah nyeri pada testis, mengalami pembesaran di kulit penutup penis
  • Kencing nanah dan darah ada kalanya berbarengan sekaligus, tapi tidak ada luka diluar kelamin laki-laki
  • Gangguan lainnya buat wanita / seorang istri : datang bulang lebih sukar, nyeri waktu besentuhan seksual

PESAKIT SIFILIS

  • Terlihat simptom (gejala) adanya luka bagian luar kulit kelamin pria yang tidak gatal dan tanpa sakit
  • Luka di zakar mengucurkan cairan sedikit kuning disertai nanah
  • Luka kemungkinan akan mendingan dengan sendirinya cukup mudah tetapi kuman tersebut bisa menjadi serius bagi anggota tubuh sehingga bermasalah dari dalam juga akan kembali beraksi beberapa waktu kemudian

PEMERIKSAAN PENYAKIT RAJASINGA
Hindari berlama-lama menunda tes sipilis agar segera mengetahui dari dokter atau klinik (spesialis penyakit kemaluan) seumpama adanya kemungkinan, bahwa diantara dari mba/mas telah terinfeksi penyakit sipilis. Andaikan penyakit sipilis ditangani sesuai petunjuk, tentu komplikasi yang berbahaya bisa dihindari sehingga antusiasme supaya pulih seutuhnya bertambah besar.

Untuk memulai pengecekan, seorang medikus (dokter) dari balai pengobatan bakal bertanya mengenai keluhan yang saudara-saudari hadapi sebelum menjalani pengujian fisik secara utuh. Khususnya pengontrolan di sekeliling kemaluan serta dubur, mereka juga bakal memeriksa kemunculan ruam dan juga kulit tumbuh di merih ‘tenggorokan’ dan mulut. Begitupun, dokter atau klinik (khusus penyakit kelamin) barangkali bakal menganjurkan saudara-saudari supaya melangsungkan sejumlah pengujian misalnya:

Tes Darah
Setelah penanganan kondisi badan kelar, menyertainya dengan cek darah guna memperlihatkan ada tidaknya infeksi sipilis di dalam tubuh bapak/ibu sekalian. Cek darah bisa menemukan ada tidaknya zat (alias antibodi) pembersih bakteri virus yang diciptakan oleh tubuh guna menghadapi sifilis. Antibodi buat bakteri sipilis bakal selalu ada di dalam badan seseorang jangka waktu bertahun-tahun

Diantara tes darah yang spesifik guna melacak bakteri Treponema pallidum adalah Treponemal Antibody Test. Siapa saja dengan status cek berupa afirmatif (alias positif), hampir pasti akan tervalidasi mempunyai sipilis. Hanya saja tes itu akan selalu membiarkan status afirmatif (alias positif) beberapa tahun selepas sipilis ditanggulangi. Itu artinya, buat meyakinkan benarkah seseorang mempunyai penyakit rajasinga saat sekarang atau memang sudah pada saat dahulu, maka diperlukan penanganan lanjutan yang diistilahkan RPR (Rapid Plasma Reagin). Siapa saja yang sedang mengidap sifilis dapat menunjukkan status Treponemal Antibody Test positif disertai RPR positif.

Infeksi penyakit rajasinga umumnya berimbas ‘gawat’ buat bayi di dalam fetus (janin) maupun anak yang baru saja keluar dari kandungan. Oleh karena itu, wanita yang tengah ‘berbadan dua’ diharap agar melangsungkan periksa darah terhadap penyakit rajasinga. Pemeriksaan ini umumnya ditunaikan jikalau umur kandungan ada di interval (tiga sampai lima bulan). Kalau tes penentuan sipilis telah diyakinkan, terapi ataupun pemulihan harus dilakukan secepat mungkin.

Pemeriksaan Cairan Ruam ‘luka’ Atau Tukak
Apabila terdapat lecet, petugas medis (dokter) biasanya menyedot sedikit cairan dari luka sebagai sampel agar dicek di ruang lab. Tes itu semata dapat dilaksanakan untuk sipilis primer (permulaan) ataupun sekunder (kedua), adalah semasih ada bintil merah ‘luka’ ataupun tukak. Sampel cairan mampu memperlihatkan benarkah ada bakteri yang membuat terjadinya sifilis.

TERAPI PENYAKIT RAJASINGA MELALUI HERBAL
Adapun untuk mengobati kencing nanah (gonore), penyakit rajasinga, kutil di wilayah kemaluan wanita dan pria, clamidya, dan lainnya, dari Klinik De nature menyediakan sejumlah macam resep obat antibiotik alami – antivirus – antibakteri seperti GANGJIE – GHOSIAH – PIPECA – HABATOP ATAU HABBATUSSAUDA – KAPSUL BERSIH DARAH – BAWANG LANANG yang bisa membantu membasmi keluhan yang dialami. (Isk Berkepanjangan)

cara mengobati kista-cara menyembuhkan isk-gumpalan putih di miss v

PENGOBATAN PENYAKIT RAJASINGA ALA RESEP DOKTER ATAU ANTIBIOTIK
Penisilin (Penicillin G Procaine atau Procaine Benzylpenicillin) cukup efektif dan biasanya diimplementasikan sebagai penumpas PMS (penyakit menular seksual) sifilis primer ‘permulaan’ maupun sekunder ‘selanjutnya’. Penisilin yang paling sering diberikan lewat injeksi jarum suntik, terdapat beberapa macam antibiotik lainnya di apotik misalnya Tetrasiklin (Tetracycline), Eritromisin (Erythromycin), Ceftriaxon (Ceftriaxone), Doksisiklin (Doxycycline), Azithromicin (Azithromycin) yang juga mempan mengatasi bakteri penyebab sifilis, semisal siapa pun yang reaksi tubuhnya seakan menolak terhadap penisilin

kelamin bengkak bernanah gatal vagina perih sakit setelah berhubungan

APAKAH BISA MENEGUK REBUSAN AIR DAUN SIRIH MERAH SETELAH KONSUMSI OBAT DOKTER?
Selagi pengobatan, konsumsi rebusan air daun sirih hijau tidaklah keadaan yang dilarang tanpa syarat. Tetapi sedikitnya informasi tentang fungsi dan efek samping konsumsi air tadi terhadap pengobatan perlu Anda sikapi secara hati-hati. Demi meminimalisasi efek negatif atau probabilitas (kemungkinan) korelasinya dengan pengobatan yang Anda tempuh, bagusnya Anda memberi jarak kisaran dua sampai 3 jam antara konsumsi air rebusan piper batle (daun sirih) dengan minum obat. (Isk Berkepanjangan)

BISAKAH MENGOLES ATAU MEMINUM BAWANG PUTIH BUAT OBAT SIFILIS?
Allium sativum (bawang putih) lumayan aman seandainya dipakai lewat proses dikunyah atau berupa suplemen, cuma saja allium sativum (bawang putih) yang mentah tidak disarankan buat dilumuri begitu saja ke permukaan kulit karena ada risiko yang membuat iritasi cukup fatal, lebih bagus pasien tidak mengoleskan bawang putih ke kelamin, sebab kelamin ialah salah satu zona yang sangat sensitif dan paling rawan terjadi iritasi. Berbagai mitos yang ada seperti membalurkan allium sativum (bawang putih) mampu menyebabkan kelamin lebih besar atau menyembuhkan penyakit rajasinga hingga sekarang masih tidak jelas kebenarannya secara medis.

ADAKAH REKOMENDASI MAUPUN PANTANGAN MAKANAN SEMASA MENANGANI SIPILIS
Melihat gejala yang dialami antara lain rasa panas ketika buang air kecil atau adanya lendir seperti sperma yang baunya agak amis, tak lain kondisi seperti itu seringkali berlangsung terhadap penyakit menular seksual (PMS) kencing nanah. Infeksi itu dipicu pula oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Sedangkan mengenai sifilis dan gonore tidak berhubungan dengan jenis makanan semisal makanan pedas, buah semangka, telor dll. Jadi tak ada larangan tersendiri perihal makanan menurut medis. Akan tetapi tak sama misalkan menempuh terapi tradisional dari De nature Indonesia maka adanya sejumlah pantangan dan saran yang bakal diejawantahkan sesuai dengan bimbingan dari ahli pengobatan tradisional perusahaan.

SELALU BERSIKAP JUJUR TENTANG APAPUN YANG TERJADI TERHADAP SUAMI ATAU ISTRI
Bilamana Anda ternyata telah mengidap penyakit menular seksual (PMS) sipilis, lekas utarakan pada pasangan atau bekas pasangan dari bapak/ibu dengan begitu dia dapat menjalani pengecekan juga mendapatkan penanganan. Tatkala bapak/ibu menganggap tak percaya diri untuk mendiskusikan penyakit itu pada pendamping hidup atau mantan pasangan saudara/saudari, mintalah petunjuk dari juru rawat (dokter) atau poliklinik khusus penyakit organ intim. Kian elok buat bapak/ibu agar mengungkapkannya pada pasangan tentang sifilis. Bila penyakit itu tak ditanggulangi dengan benar, pada akhirnya bisa berujung kepada kematian. (Isk Berkepanjangan)

KOMPLIKASI SEBAB PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS) SIFILIS
Sifilis sangat berpotensi memberi segenap komplikasi semisal disepelekan tanpa mengobatinya, sipilis juga bisa mendongkrak dampak presensi (kemunculan) beberapa penyakit yang terangkum sebagai berikut:

  • Gangguan saraf, seperti serangan otak disertai kelumpuhan (struk), peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang (meningitis), tekek (tuli), rabun, ‘lemah syahwat’, dan masalah kandung kemih.
  • Kerusakan jantung, seperti pembesaran pembuluh nadi yang besar, aneurisma, problem pembuluh darah, dan problem penutup organ tubuh yang menjadi pusat peredaran darah.
  • Infeksi orang-orang yang positif sipilis juga kerap gonta-ganti mitra seks yang mengalami efek terkena Human Immunodeficiency Virus dua kali lipat dari orang pada umumnya.
  • Problem ‘buntingan’ serta calon bayi. Wanita ‘bunting’ yang menderita sifilis akan meneruskan penyakit itu kepada si kecil (bayi) yang terdapat di dalam perut ibunya.
  • Guma atau benjolan, keadaan tersebut akan eksis atas permukaan kulit, tulang, dan lever atau organ lainnya.

MELINDUNGI DIRI TERHADAP SIFILIS
1. Tidak mengkhianati pasangan ialah salah satu langkah paling ampuh untuk membentengi diri terhadap infeksi penyakit rajasinga. Pemakaian kondom bisa diejawantahkan sebagai prosedur pengaman alternatif dalam usaha menurunkan konsekuensi penjangkitan sipilis, terutama pada komunitas ‘perempuan malam’. Walau begitu kondom itu terbatas dalam mencegah perambatan infeksi. Sifilis tetap mampu menjalar lewat sex oral , kondisi itu terbentuk jikalau mulut bersentuhan secara frontal dengan lecet (bintil merah) pada alat genital pria/wanita yang sudah ketularan. (Isk Berkepanjangan)

2. Lebih dianjurkan agar mengenakan kondom pada saat menjalani hubungan sex, vaginal (lewat organ intim wanita), ataupun anal (dubur). Kenakan dental dam (alat pelindung seks berbentuk karet elastis) andai melakoni seks oral (mulut), alat tersebut bertindak untuk ‘tabir’ antara mulut dan kelamin, dengan begitu transmisi infeksi seksual sanggup dicegah.

Berpantangangan untuk berhubungan intim secara oral (mulut), vagina (lewat faraj perempuan), ataupun anal (anus) sampai pemulihan sifilis rampung diterapkan, mengapa demikian…? disebabkan berisiko untuk Anda infeksinya kambuh kembali seumpama berhubungan badan dengan mitra asmara yang punya sekian banyak teman seksual atau bahkan Anda dapat menyebarkan (infeksi) peradangan pada orang lain.

PMS (penyakit menular seksual) sifilis juga bisa menyebar bakterinya tanpa harus melalui hubungan seksual. Bilamana Anda pemakai narkoba suntik maupun yang gemar dengan seni menggambar anggota tubuh misalnya tato dan tindik telinga, jangan melakukan saling berjoin jarum suntik dengan siapa pun, bapak/ibu dianjurkan untuk tetap memakai jarum yang telah dibersihkan (aman).

Mungkin sekedar ini yang dapat admin bagikan secara aktual yang berhubungan dengan Isk Berkepanjangan, mudah – mudahan semakin menambah wawasan para pembaca terutama mengenai PMS (penyakit menular seksual) gonorhea dan sipilis


Ditambahkan pada: 22 August 2019

Ulasan customer dinonaktifkan: Isk Berkepanjangan

Maaf, form ulasan customer dinonaktifkan untuk produk ini

SIDEBAR
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.