SELURUH GAMBAR SERTIFIKASI LEGALITAS KLINIK DE NATURE INDONESIA DAPAT KAMI INFOKAN MELALUI CHATTING WHATSAPP - LINE STANDAR PRODUK INTERNASIONAL ( ISO ) DAN NASIONAL BPOM - HALAL MU JUGA SEBAGIAN TESTIMONI KESEMBUHAN PASIEN BESERTA HASIL LABORATORIUM SETELAH KONSUMSI OBAT DE NATURE BUKTI RESI KIRIMAN LUAR NEGERI DAN DALAM NEGERI YANG BISA DICEK SECARA ONLINE SEBAGAI REFRENSI PAKET TELAH SAMPAI TUJUAN
Beranda » Anyang anyangan » Pantangan Ayang Ayangan

Pantangan Ayang Ayangan

Kode : -
Berat : gram
Stok :
Kondisi : Baru
Kategori : Anyang anyangan, Ciri Gonore, Ciri Sipilis, Gonore, Infeksi Saluran Kemih, Isk, Kencing Nanah, Keputihan (Fluor Albus - White Discharge - Leukorea), Klamidia ( Chlamydia ), Klinik Penyakit Kelamin, Penyakit Rajasinga, Pipis Sakit, Sifilis, Sipilis, Spesialis Penyakit Kelamin, Tanda Gonore, Tanda Sipilis
Dilihat : 31 kali
Review : Belum ada review
INFO HARGA
Silahkan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi harga produk ini.

Bagikan informasi tentang Pantangan Ayang Ayangan kepada teman atau kerabat Anda.

Deskripsi Pantangan Ayang Ayangan

Seperti titel pada segmen artikel kali ini, yaitu Pantangan Ayang Ayangan, pastinya jenis penyakit seperti itu tidak luput dari penyebab mengapa seseorang ‘sampai-sampai’ ‘menanggung’ secara positif terjangkit salah satu jenis bakteri berbahaya yang ada di dunia saat ini. Maka dari itu akan lebih baik agar mencari tahu lebih jauh lagi atas segala hal yang menyebabkan mengapa seseorang akhirnya telah mengidap bakteri mematikan tersebut. Mari.. Kita simak bersama penjelasan di paragraf artikel selanjutnya

Admin berharap kiranya untuk saudara-saudari semua sudi menonton persembahan visual sepintas dari video yang berhubungan dengan perusahaan herbal De Nature Indonesia, berikut ini…

MENDALAMI LEBIH JAUH TENTANG PENYAKIT KEMALUAN BERNANAH YAKNI PENYAKIT RAJASINGA ALIAS SIFILIS
Sakit sifilis atau yang biasa dikenal dengan penyakit rajasinga ternyata merupakan infeksi yang timbul ‘gara-gara’ bakteri serius bernama Treponema pallidum.

Bukan tidak mungkin hanya sebagian kecil dari masyarakat yang mengerti bahwa penyakit rajasinga adalah salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang termasuk jadi momok menakutkan, bahkan sebagian kasus sampai mengancam jiwa sewaktu dibiarkan tanpa pengobatan. Kebanyakan infeksi ini menyebar melalui kontak kemaluan terhadap pasangan yang terinfeksi, bukan saja melalui melakukan persetubuhan bakteri pembawa sakit sifilis juga dapat merembet melalui paparan cairan tubuh si pengidap seperti melalui darah atau air liur yang memiliki lecet kemerahan persis sariawan. Adapun kontak langsung terjadi berdasarkan seks vaginal (lewat kelamin perempuan), anal (anus) ataupun oral (mulut). Sudah menjadi rahasia umum bahwa memakai jarum secara ‘estafet’ mampu memindahkan infeksi penyakit ini baik pada penyuka narkoba suntik maupun bagi mereka yang hobi dengan seni merajah fisik misalnya tato dan menindik ‘alat pendengaran manusia’.

Bakteri jahat sifilis alias penyakit rajasinga dapat pula timbul dari seorang ibu dalam keadaan hamil untuk fetus dalam kandungannya, menurut sumber tepercaya jumlah lonjakan fenomenanya sudah agak mengkhawatirkan bagi hampir semua orang. Adapun tentang tahapan ini dalam dunia kedokteran disebut sipilis kongenital. Imbas kemungkinan terburuk adalah ‘ajal’ sang fetus yang ada dalam kandungan berpeluang terjadi dikarenakan pengaruh infeksi tadi. Yang cukup menarik disini bakteri pemicu infeksi penyakit menular seksual (PMS) tidak bakal ‘bertahan’ lama berada di luar tubuh manusia alias (kemungkinan musnah seiring waktu pada akhirnya), demikian juga penyakit tersebut telah terbukti tidak mungkin berpindah bakterinya melalui media berikut ini:

  • Memakai ‘kamar kecil’ bergantian dengan individu yang terinfeksi sifilis.
  • Bergantian dalam penggunaan alat makan yang sama.
  • Memakai ‘sandang’ yang sama.
  • Memakai tempat renang maupun kamar mandi yang sama.

Gejala pertama dari penyakit rajasinga adalah bermula sekitar (sebulan kurang seminggu) sehabis bakteri ‘menjajah’ tubuh. Infeksi penyakit rajasinga terdapat kategorisasi yaitu menjadi empat stadium utama, berikut ini:

Sifilis Primer (Pertama)
Pasien sifilis umumnya bakal memiliki keluhan dimulai dengan warna muram atau lecet pada penis/vagina ataupun di dalam dan wilayah mulut. Bintil-bintil merah yang timbul berupa seperti gigitan lebah cuma tidak mengakibatkan rasa nyeri. Di tahap tersebut, semisal individu tadi yang secara konkret memiliki bakteri kemudian melakukan jimak dengan orang lain, niscaya penjalaran akan ganyir terjadi. Luka tersebut bertahan semasa (satu hingga dua) bulan. Walhasil, lesi ini akan pulih tanpa menyisakan bekas.

Sipilis Sekunder
Pasien sifilis sekunder alias etape ke dua bakal memperoleh ruam merah berdiameter koin kecil dan lazimnya bintil merah itu nongol pada tapak tangan lalu telapak kaki. Simptom (gejala) lain yang bisa saja timbul ialah meningkatnya suhu tubuh, gairah makan berkurang lumayan drastis, gangguan merih ‘tenggorokan’ ataupun penyakit kutil kelamin. Etape tersebut mampu berlaku selama 4 hingga 12 minggu

Sifilis Laten (alias tak terlihat akan tetapi berpeluang muncul)
Setelah fase sipilis sekunder, sipilis seakan-akan ‘habis’ dan tak memicu keluhan sedikitpun. Periode laten ini bakal berlangsung diperkirakan 2 tahun, setelah itu menuju ke jenjang yang amat mengancam kebugaran si pengidap dalam peradangan (infeksi) sipilis yaitu sifilis tersier.

Penyakit Rajasinga Tersier (Terakhir)
Seandainya peradangan (infeksi) penyakit menular seksual (PMS) itu tidak ditanggulangi secara sungguh-sungguh, maka sakit rajasinga mampu lambat laun berganti jadi periode penutup yang disebut sifilis tersier. Di fase ini, infeksi mudah mendatangkan dampak yang destruktif (bersifat merusak) terhadap tubuh. Sejumlah efek negatif dari infeksi bagi fase itu seperti kebutaan, melemahnya (kemampuan berpikir, memahami bahasa, menentukan pertimbangan, kecerdasan mental), kelumpuhan, disfungsi zakar, masalah pendengaran, dan tidak jarang sampai meregang nyawa jikalau tak ditindaklanjuti semestinya

Sipilis tidak sulit menjangkiti saat periode primer juga sekunder. Sekiranya kita mendapati adanya infeksi PMS (penyakit menular seksual), sebaiknya cepat-cepat cek kesehatan pada medikus atau balai pengobatan (khusus penyakit alat vital) buat penetapan diagnosis terhadap penyakit rajasinga. Lebih cepat sipilis ditindaklanjuti, makin sedikit kemungkinan buat sifilis bermetamorfosis menjadi parah. (Pantangan Ayang Ayangan)

Pengobatan Yang Dilakukan Untuk Penyakit Rajasinga
Penanganan infeksi PMS (penyakit menular seksual) termasuk tidak muskil dilakukan manakala diatasi lebih awal, pengobatan sebagian besar ialah dengan mengonsumsi antibiotik seperti Tetrasiklin (Tetracycline), Eritromisin (Erythromycin), Ceftriaxon (Ceftriaxone), Doksisiklin (Doxycycline), Azithromicin (Azithromycin), dan perlu buat dicatat harus sesuai petunjuk dokter ya :). Andai tidak terobati, sifilis berisiko menjelma penyakit yang menimbulkan efek buruk dan bahkan meregang nyawa. Pesakit sifilis yang sedang dalam masa pemulihan diwajibkan menghindari hubungan intim sampai infeksi dinyatakan telah positif ‘waras’

SIMPTOM (gejala) BAHWA KITA TERTULAR SAKIT SIFILIS
Pengidap sifilis bakal cukup ganyir menjangkitkan bibit penyakit tersebut dikarenakan tidak segelintir di antara mereka hanya merasakan ciri-ciri kecil akhirnya terlalai bahwa mereka telah ketularan. Indikator sipilis lambat laun berganti sejalan dengan tahapan sifilis yang dialami.

Ciri Untuk Sifilis Primer (Pertama)
Indikasi lazimnya pada sifilis primer yakni timbulnya lecet atau tukak. Luka itu nongol (sepuluh hari – tiga bulan) sesudah bakteri menyelinap ke dalam tubuh, bintil merah itu kerap diremehkan bagi penderita penyakit menular seksual (PMS) lantaran tiada mendatangkan rasa nyeri. Ruam itu tumbuh pada daerah tubuh dimana bakteri pertama kali menyerobot, diantaranya terhadap alat genital pria, alat vital wanita, ataupun bagian anus. Luka ini dapat pula timbul pada mulut maupun bibir, jari, dan amandel.

Pengobatan lecet melewatkan waktu kurang lebih (tiga hingga enam minggu). Separuh dari penderita PMS (penyakit menular seksual), bintil merah yang terlihat sekedar satu tapi ada juga yang memunculkan lebih dari satu luka. Selain itu, penyakit rajasinga primer dapat pula dicirikan atas basal alias bengkak limfonodus (kelenjar) pada bagian ‘ketek’, pukang paha, maupun leher. Sipilis bisa berpindah kepada starata sekunder sekiranya tak ditanggulangi dari awal. (Pantangan Ayang Ayangan)

Simptom (gejala) Bagi Sipilis Sekunder
Beberapa minggu setelah ruam berlalu maka indikasi penyakit rajasinga sekunder bakal muncul. Ruam bakal tampak di wilayah tubuh manapun terutama di tapak tangan serta kaki. Ciri yang lain ialah caplak (kutil) pada alat genital laki-laki dan perempuan, khusus pada perempuan ialah semisal daging tumbuh akan tampak pada seputar vagina. Sedangkan kemunculan ketuat pada daerah anus dapat diderita wanita dan pria.

Simptom (gejala) yang serupa dengan penyakit radang selaput lendir (influenza) juga bisa nongol. Pasien akan menerima rasa letih, sakit area kepala, remai pada sekeri (persendian) siku atau lutut, juga meriang. Tak hanya itu ternyata perampingan bobot tubuh dan alopesia (kebotakan) rambut kemungkinan dialami, kelenjar getah bening ikut mengalami pembengkakan.

Indikasi-indikasi itu rata-rata aktif rentang waktu beberapa pekan, serta dapat menunjukkan keberadannnya ataupun tersembunyi senantiasa berulang selama beberapa bulan ke depan. Seandainya sipilis sekunder tidak ditanggulangi sesuai petunjuk, infeksi bakal berubah menuju fase berikutnya.

Tanda Bagi Sipilis Laten (tidak menampakkan eksistensinya tapi berpeluang eksis)
Pada level itu bakteri tidak kemana-mana alias ada, tetapi sifilis tidak mengalami indikator sedikitpun. Pada masa 1 tahun perdana periode sipilis laten, peradangan (infeksi) benar adanya dapat dijangkitkan. Sehabis dua tahun, peradangan (infeksi) bersemayam ada di dalam tubuh, namun tak bisa berpindah bakterinya atas individu lain kembali. Tahap tersebut dapat berperan secara menahun. Seumpama tak ditindaklanjuti secara sungguh-sungguh, penyakit rajasinga laten dapat berlanjut menjadi sipilis tersier (tahapan penyakit rajasinga yang makin ‘genting’).

Indikator Bagi Sifilis Tersier (Terakhir)
Disisi lain sebenarnya 30 persen pengidap penyakit rajasinga yang tak diobati secara benar bisa merasakan stadium tersier. Simptom (gejala) sipilis tersier dimulai beberapa tahun setelah infeksi saat pertama menginvasi tubuh. Porsi tubuh di titik bakteri sipilis awal mula nembus sehingga terjadi impresi (pengaruh) terhadap gejala yang dialami.

Di fase ini, sifilis akan amat parah juga belum lagi berdampak meregang nyawa. Penyakit rajasinga tersier biasanya berakibat terhadap jantung, indra penglihatan, pusat saraf, organ tubuh yang mengambil sari makanan di dalam darah dan menghasilkan empedu, urat tempat darah mengalir, tulang, serta engsel tangan atau kaki. Akhirnya orang yang terkena biasanya merasakan stroke, penyakit jantung, atau kebutaan akibat infeksi menular seksual itu. (Pantangan Ayang Ayangan)

Indikator Untuk Sifilis Kongenital
Wanita dalam keadaan ‘bunting’ dan tertular PMS (penyakit menular seksual) dapat mempertemukan bakteri infeksi untuk calon bayinya. Konsekuensi itu dapat direndahkan angkanya kalau saja sang wanita ditanggulangi dengan serius sebelum kehamilan masuk 4 bulan. Seandainya tak diobati dengan benar, problem baru semacam ini akan dialami:

  • Melahirkan meninggal atau bayi meninggal dalam rahim
  • Bayi (si kecil) menghembuskan nafas terakhir sesaat setelah terlahir ke dunia
  • Gugur kandungan
  • Bayi lahir bersama sifilis
  • Si kecil (bayi) terlahir secara dini (prematur)

Si kecil (bayi) yang lahir ke dunia dengan kongenital sipilis masih tetap hidup, kebanyakan tidak menerima simptom (gejala) apa pun. Namun ada kemungkinan mengemukanya bintik kemerahan pada telapak tangan dan kaki. Indikasi yang punya peluang perlahan berubah terhadap bayi yang lahir kedunia membawa sifilis, yaitu:

  • Transformasi bentuk gigi
  • Progres tulang yang kurang sempurna
  • Perkara pendengaran
  • Tuli
  • Tulang alat penciuman manusia yang rata

Konsultasikan kepada dokter ataupun ahli penyakit alat vital bilamana seorang ibu terinvasi penyakit sifilis dan tengah dalam keadaan ‘berbadan dua’ 🙂

DIFERENSIASI PENYAKIT RAJASINGA DENGAN KENCING NANAH (GONORE)
Gonore (kencing nanah) dan sipilis masuk kategori infeksi PMS (penyakit menular seksual) dengan faktor utama yang berlainan. Gonore (kencing nanah) dipicu oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae sedangkan penyakit rajasinga timbul gara-gara oleh bakteri Treponema pallidum, gejala yang berlaku pun tidak sama, ya… kendati masih tidak sedikit yang bilang agak menyerupai 🙂 . Berikut keluhan yang rata-rata dirasakan :

ORANG YANG TERJANGKIT GONORE (KENCING NANAH)

  • Sakit saat BAK (buang air kecil) disertai mengucurnya lendir seperti sperma (agak kekuningan) dari lubang zakar
  • Diujung kepala penis kaya anyang – anyangan
  • Lambung sekitar bawah berasa sakit
  • Keluhan lain untuk pria yakni nyeri pada testis, terjadi basal (pembengkakan) pada kulit penutup penis
  • Pipis nanah bahkan darah terkadang berbarengan serentak, akan tetapi tak ada luka diluar zakar
  • Gangguan lain dengan wanita : saat halangan keluar darah kotor kelamin makin sukar, sakit sepanjang melakukan jimak

PENDERITA PENYAKIT RAJASINGA

  • Muncul tanda adanya lecet pada permukaan kulit kelamin pria yang tanpa ada gatal juga tidak nyeri
  • Lecet di kelamin laki-laki mengalirkan lendir agak kekuningan diikuti rebuk (bernanah)
  • Luka bisa sembuh dengan sendirinya tetapi basil (kuman) itu dapat menjadi ‘gawat’ bagi anggota tubuh manusia sehingga bermasalah dari dalam juga biasanya balik lagi eksis pada masa yang akan datang

KETERANGAN POSITIF TIDAKNYA PENYAKIT RAJASINGA
Pastikan secara cepat dan tepat dari seorang medikus atau klinik (spesialis penyakit kemaluan) bilamana terdapat kemungkinan, bahwa diantara dari saudara/saudari telah positif penyakit menular seksual (PMS). Andaikan PMS (penyakit menular seksual) ditindaklanjuti sesuai arahan, pastinya komplikasi yang ‘genting’ akan terhindarkan sehingga motivasi buat sehat sepenuhnya juga terbuka lebar.

Pertama kali, spesialis penyakit organ intim dari balai kesehatan akan meminta keterangan mengenai tanda ‘keluhan’ yang bapak/ibu alami sebelum melangsungkan penelitian kondisi jasmani secara utuh. Terutama penanganan di sekitaran kemaluan dan juga dubur, mereka tak lupa akan memeriksa eksistensi kulit berbintik merah serta kulit timbul di merih ‘tenggorokan’ dan mulut. Lain dari pada itu, medikus atau balai pengobatan (khusus penyakit organ intim) terkadang akan menyarankan saudara-saudari untuk melaksanakan beberapa tes seperti:

Kontrol Sampel Darah
Sehabis penanganan fisik sesuai harapan, mengikuti tahapan selanjutnya yaitu dilakukan tes darah guna validasi ada tidaknya infeksi bakteri penyakit rajasinga pada internal tubuh anda. Cek darah mampu mengetahui adanya zat (antibodi) penepis toksin/racun yang diciptakan oleh tubuh guna menyerang penyakit menular seksual (PMS). Antibodi pada bakteri sipilis bisa tidak bergerak berada dalam raga seseorang secara menahun

Diantara tes darah yang khusus buat mendeteksi bakteri Treponema pallidum ialah Treponemal Antibody Test. Individu dengan hasil tes berupa positif, hampir niscaya bakal terdiagnosis terinfeksi sipilis. Akan tetapi cek tadi dapat konsisten membiarkan status positif bertahun-tahun selepas penyakit rajasinga ditanggulangi. Kesimpulannya, supaya dapat menyatakan benarkah seseorang mengidap sifilis saat sekarang atau memang sudah pada masa lalu, pastinya diperlukan pengetesan susulan yang dinamai RPR (Rapid Plasma Reagin). Seseorang yang lagi mempunyai sifilis akan menunjukkan status Treponemal Antibody Test positif disertai RPR positif.

Peradangan atau infeksi sifilis sungguh berbahaya terhadap bayi di dalam fetus (janin) ataupun anak yang barusan keluar dari kandungan. Oleh karenanya, ibu mengandung dianjurkan supaya melaksanakan periksa darah pada sifilis. Tes tadi biasanya dijalani bilamana umur ‘buntingan’ terdapat di interval (dua belas) sampai (dua puluh pekan). Tatkala pemeriksaan penyakit rajasinga telah ditentukan, terapi atau penyembuhan wajib dijalani secepatnya.

Memperhatikan Cairan Bintil merah ‘luka’ Atau Tukak
Semisal ada ruam ‘luka’, seorang medikus (dokter) spesialis biasanya memakai sedikit cairan dari luka untuk percontohan (sampel) supaya diteliti di laboratorium. Penelitian ini semata mampu diaktualkan pada penyakit rajasinga primer (pertama) atau sekunder (selanjutnya), yaitu selagi adanya lecet ataupun tukak. Sampel cairan dapat menginformasikan benarkah ada bakteri yang menimbulkan sipilis.

PENGOBATAN PENYAKIT RAJASINGA DENGAN HERBAL
Mengenai pengobatan herbal untuk kencing nanah (gonore), PMS (penyakit menular seksual) sipilis, kutil di daerah kelamin wanita dan pria, clamidya, dan lain – lain, dari CV. De nature menghadirkan berbagai jenis resep obat antibiotik alami – antivirus – antibakteri seperti GANGJIE – GHOSIAH – PIPECA – HABATOP ATAU HABBATUSSAUDA – KAPSUL BERSIH DARAH – BAWANG LANANG yang dapat membantu memberantas gejala yang dirasakan. (Pantangan Ayang Ayangan)

penyebab vagina sakit bengkak berdarah perih keputihan banyak bau amis

PENGOBATAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS) SIFILIS ALA RESEP DOKTER ATAU ANTIBIOTIK
Penisilin (Penicillin G Procaine atau Procaine Benzylpenicillin) lumayan berhasil serta biasanya dipergunakan buat menuntaskan PMS (penyakit menular seksual) sifilis primer ‘pertama’ dan sekunder ‘selanjutnya’. Penisilin yang paling umum dimasukkan melalui suntikan, tersaji beberapa macam antibiotik lain di apotik seperti Eritromisin (Erythromycin), Tetrasiklin (Tetracycline), Ceftriaxon (Ceftriaxone), Azithromicin (Azithromycin) Doksisiklin (Doxycycline) yang juga bisa menuntaskan bakteri pembawa sipilis, sekiranya seseorang yang sensitif pada penisilin

kelamin bengkak bernanah gatal vagina perih sakit setelah berhubungan

BOLEHKAH MENEGUK REBUSAN AIR PIPER BATLE (DAUN SIRIH) USAI KONSUMSI OBAT APOTIK?
Selama penyembuhan, meneguk rebusan air daun sirih merah tidaklah kondisi yang tak boleh sepenuhnya. Cuma saja kurangnya pengetahuan mengenai manfaat dan efek samping konsumsi air tadi atas terapi penanganan sebaiknya bapak/ibu sikapi dengan hati-hati. Agar menghindari kesan negatif atau probabilitas (kemungkinan) interaksinya dengan pengobatan yang saudara/saudari tempuh, disarankan saudara/saudari kasih interval paling tidak dua sampai 3 jam antara konsumsi air rebusan piper batle (daun sirih) dengan minum obat. (Pantangan Ayang Ayangan)

DAPATKAH MENGOLES ATAU MENGKONSUMSI BAWANG PUTIH SEBAGAI PENANGANAN SIPILIS?
Bawang putih termasuk tak berbahaya andaikan dikonsumsi melalui metode ditelan maupun berupa suplemen, akan tetapi allium sativum (bawang putih) yang belum diolah tidak disarankan buat dilumuri serta-merta di kulit lantaran ada impak yang mana menimbulkan gangguan cukup fatal, seyogyanya pasien tak mengoleskan bawang putih ke organ intim, mengingat kemaluan ialah wilayah lumayan peka dan paling riskan terjadi iritasi. Sejumlah cerita ada di publik seperti melumurkan bawang putih mampu membuat alat vital lebih besar atau memulihkan sipilis sampai sekarang masih tidak terbukti faktanya secara medis.

ADA TIDAK YA ANJURAN ATAU LARANGAN MAKANAN SEMASA MENYEMBUHKAN SIFILIS
Dari keluhan yang diderita antara lain rasa panas saat kencing juga adanya lendir nanah yang berbau, situasi seperti ini sering berproses atas PMS (penyakit menular seksual) gonore. Infeksi itu juga disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Baik itu sipilis dan kencing nanah tidak berhubungan dengan makanan tertentu umpanya makanan pedas, buah semangka, telor dan sebagainya. Artinya tidak ada pantangan tersendiri dalam hal makanan berdasarkan tinjuan medis. Hanya saja berbeda bilamana menjalani terapi tradisional dari De nature Indonesia tentu ada sejumlah larangan dan anjuran yang akan diimplementasikan sesuai dengan pedoman dari spesialis herbal kami.

SALING BERSIKAP JUJUR DENGAN PASANGAN
Manakala saudara/saudari kedapatan secara valid mengidap penyakit rajasinga, selekas mungkin beritahu pasangan atau bekas suami atau istri dari Anda sehingga dirinya bisa melaksanakan tes dan memperoleh penanganan. Bila bapak/ibu memandang malu untuk membicarakan penyakit ini pada pasangan atau bekas pendamping hidup bapak/ibu, mohonlah wejangan dari dokter (medikus) maupun poliklinik pakar sakit organ intim. Semakin baik bagi bapak/ibu supaya menyampaikan pada pendamping hidup mengenai sipilis. Seumpama penyakit tadi tidak diobati sesuai petunjuk, alhasil dapat merenggut nyawa seseorang. (Pantangan Ayang Ayangan)

KOMPLIKASI SEBAB PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS) SIFILIS
Sipilis bakal membawa beberapa komplikasi bila disepelekan tanpa mengobatinya, penyakit rajasinga dapat pula mendongkrak resultan kedatangan sejumlah penyakit yang meliputi:

  • Masalah saraf, seperti serangan otak disertai kelumpuhan (struk), meningitis, tuli, rabun, ‘lemah zakar’, dan masalah kantong air kencing.
  • Kerusakan jantung, misalnya pembesaran pembuluh nadi yang besar, aneurisma, masalah pembuluh darah, dan problem penutup organ tubuh yang menjadi pusat peredaran darah.
  • Infeksi individu yang mengalami PMS (penyakit menular seksual) sifilis serta kerap berganti-ganti partner seks yang memperoleh konsekuensi terjangkit Hiv dua kali lipat dari orang biasanya.
  • Gangguan kandungan dan embrio. Perempuan mengandung yang mengidap sipilis biasanya mengalihkan penyakit tersebut kepada bayi yang ada di dalam kandungan.
  • Tumor lunak pada sifilis, situasi tadi dapat muncul atas kulit, tulang, serta hati maupun bagian tubuh lainnya.

PREVENTIF ATAS PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS) SIFILIS
1. Tidak mengkhianati suami atau istri bagian dari kunci paling ampuh untuk memproteksi diri terhadap infeksi sifilis. Pemakaian kondom boleh diaktualkan sebagai tahap pengaman pilihan dalam usaha menurunkan dampak penularan sifilis, khususnya di komunitas penjaja sex komersil. Kendati demikian kondom ini sebatas menghindari perambatan infeksi. Sifilis tetap mampu berpindah bakteri melalui sex oral , dimana itu terbentuk ketika mulut bersentuhan langsung dengan ruam merah (luka) di organ intim laki-laki/perempuan yang sudah terinfeksi. (Pantangan Ayang Ayangan)

2. Betul-betul ditekankan sekali untuk menyarungkan alat kontrasepsi sewaktu melakoni hubungan seks, vaginal (lewat organ intim wanita), atau anal (anus). Kenakan dental dam (alat pelindung sex berupa lembaran elastis) semisal melangsungkan seks oral (mulut), alat tersebut beraksi sebagai ‘tabir’ antara mulut dan organ intim, sehingga perpindahan bakteri penyakit seksual dapat dihentikan.

Usahakan tidak berhubungan sex secara oral (mulut), vagina (lewat kelamin wanita), ataupun anal (dubur) sampai terapi sipilis kelar dilakukan, hal itu dikarenakan berpotensi bagi Anda infeksinya kambuh lagi andaikan besentuhan kemaluan dengan partner asmara yang punya beberapa teman seksual atau bahkan saudara/saudari dapat mengikutsertakan infeksi pada orang lain.

Sifilis juga bisa menular tidak mesti lewat hubungan seksual. Apabila bapak/ibu ‘pemuja’ narkoba suntik maupun yang cinta dengan seni merajah tubuh seperti tato dan menindik telinga, hendaklah menghindari berbagi jarum suntik dengan siapa pun, Anda dianjurkan agar selalu mengenakan jarum yang telah disterilkan.

Mungkin hanya ini yang dapat saya sampaikan info penting mengenai Pantangan Ayang Ayangan, mudah – mudahan kian meningkatkan pengetahuan para pembaca terutama mengenai PMS (penyakit menular seksual) gonorhea atau sifilis


Ditambahkan pada: 7 September 2019

Ulasan customer dinonaktifkan: Pantangan Ayang Ayangan

Maaf, form ulasan customer dinonaktifkan untuk produk ini

SIDEBAR
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.