SELURUH GAMBAR SERTIFIKASI LEGALITAS KLINIK DE NATURE INDONESIA DAPAT KAMI INFOKAN MELALUI CHATTING WHATSAPP - LINE STANDAR PRODUK INTERNASIONAL ( ISO ) DAN NASIONAL BPOM - HALAL MU JUGA SEBAGIAN TESTIMONI KESEMBUHAN PASIEN BESERTA HASIL LABORATORIUM SETELAH KONSUMSI OBAT DE NATURE BUKTI RESI KIRIMAN LUAR NEGERI DAN DALAM NEGERI YANG BISA DICEK SECARA ONLINE SEBAGAI REFRENSI PAKET TELAH SAMPAI TUJUAN
Beranda » Anyang anyangan » Miss V Perih Setelah Berhubungan Intim

Miss V Perih Setelah Berhubungan Intim

Kode : -
Berat : gram
Stok :
Kondisi : Baru
Kategori : Anyang anyangan, Ciri Gonore, Ciri Sipilis, Gonore, Infeksi Saluran Kemih, Isk, Kencing Nanah, Keputihan (Fluor Albus - White Discharge - Leukorea), Klamidia ( Chlamydia ), Klinik Penyakit Kelamin, Penyakit Rajasinga, Pipis Sakit, Sifilis, Sipilis, Spesialis Penyakit Kelamin, Tanda Gonore, Tanda Sipilis
Dilihat : 88 kali
Review : Belum ada review
INFO HARGA
Silahkan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi harga produk ini.

Bagikan informasi tentang Miss V Perih Setelah Berhubungan Intim kepada teman atau kerabat Anda.

Deskripsi Miss V Perih Setelah Berhubungan Intim

Seperti judul pada episode tulisan hari ini, yaitu Miss V Perih Setelah Berhubungan Intim, pastinya jenis penyakit seperti itu tidak luput dari soal bagaimana tubuh kita ‘sampai-sampai’ ‘menanggung’ secara positif terkena salah satu macam bakteri berbahaya yang ada di dataran planet tempat kita tinggal saat ini. Sebab itu supaya mendalami secara detail lagi hal apa saja yang menjadikan mengapa seseorang akhirnya telah menderita bakteri mematikan tersebut. Yuk.. Kita simak bersama pemaparan di paragraf artikel berikut ini

Sebelum meneruskan membaca isi halaman ini, admin akan mengajak saudara-saudari semua meluangkan waktu untuk menonton tayangan beberapa saat dari video perihal CV. De Nature Indonesia, berikut videonya…

MENGUPAS TUNTAS SEPUTAR PENYAKIT ALAT VITAL KELUAR NANAH ATAU BERDARAH YAITU PENYAKIT RAJASINGA ALIAS SIFILIS
Penyakit menular seksual sifilis atau yang biasa dikenal dengan penyakit rajasinga adalah peradangan (infeksi) yang disebabkan bakteri jahat yaitu Treponema pallidum.

Perlu diketahui bahwa sipilis ialah salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang termasuk serius, bahkan sebagian kasus hingga berujung kematian apabila disepelekan tanpa mengobatinya. Kebanyakan peradangan (infeksi) tadi meluas melalui hubungan suami-istri dengan pasangan yang terkena secara positif, bukan saja melalui melakukan jimak bakteri pembawa sakit sifilis dapat pula menjalar melalui pajanan cairan tubuh si pengidap misalnya melalui darah atau air liur yang memiliki sejenis bintil-bintil merah seperti sariawan. Dominannya kontak langsung terjadi secara seks vaginal (lewat organ intim perempuan), anal (dubur) maupun oral (mulut). Selain itu bahwa menggunakan jarum secara bergantian sanggup memindahkan peradangan (infeksi) penyakit ini baik untuk penikmat narkoba suntik ataupun bagi fans berat seni merajah tubuh seperti tato dan menindik telinga.

Menularnya bakteri pemicu penyakit rajasinga atau terminologi sipilis juga terjadi dari seorang perempuan yang masih hamil terhadap calon bayi dalam kandungannya, berdasarkan keterangan yang valid nilai kenaikan insiden hingga kini agak mengkhawatirkan bagi hampir semua orang. Adapun mengenai tahapan ini dalam dunia medis dikenal sipilis kongenital. Dampak kemungkinan terfatal tidak lain yaitu wafatnya sang fetus yang ada dalam perut ibunda dapat terjadi ‘gara-gara’ pengaruh infeksi tadi. Hal lain yang tidak kalah penting ialah sebetulnya bakteri yang mampu menghadirkan sipilis tidak bisa ‘bertempat’ lama berada di luar tubuh manusia alias (kemungkinan musnah seiring waktu pada akhirnya), begitupun penyakit tersebut telah terbukti tidak dapat beralih bakterinya perantara rangkaian berikut ini:

  • Menggunakan jamban satu tempat dengan Pengidap rajasinga.
  • Berbagi dalam pemakaian peralatan makan yang sama.
  • Mengenakan pakaian secara bersamaan.
  • Memakai tempat renang maupun kamar mandi yang sama.

‘Beberapa petunjuk’ pertama dari sipilis adalah mulai tampak kurang lebih tiga minggu sehabis bakteri ‘menggempur’ tubuh. Peradangan (infeksi) penyakit rajasinga terklasifikasi menjadi empat hierarki utama, apa saja ya? yuk simak selanjutnya:

Sipilis Primer
Pesakit rajasinga rata-rata bakal menyadari cirinya yang diawali dengan kucam atau luka di organ intim laki-laki/perempuan maupun di dalam serta seputar mulut. Luka yang tampak berwujud seperti gigitan serangga tapi tak membuat rasa sakit. Di periode ini, semisal pasien yang terkena dan melakukan jimak bersama individu lain, jelas perpindahan bakteri tidak susah terjadi. Luka tadi terjadi selama 4 sampai 8 minggu. Alhasil, lesi tersebut bakal sembuh tanpa meninggalkan tanda.

Sifilis Sekunder
Penderita rajasinga sekunder atau etape 2 bakal mempunyai sejenis bintil-bintil merah di bagian kulit berdiameter biji kecil dan umumnya bintil merah ini timbul di tapak tangan dan tapak kaki. Keluhan lain yang barangkali menyertai reaksi berupa demam, kemauan menyantap makanan berkurang lumayan drastis, masalah gundang ‘tenggorokan’ maupaun penyakit genital warts. Tahapan ini akan terjadi dalam waktu (empat – dua belas) minggu

Sifilis Laten (atau tak nampak tetapi berpotensi kambuh)
Setelah tahapan sifilis sekunder, sipilis seperti ‘musnah’ serta tidak ada menghasilkan keluhan sama sekali. Durasi laten tersebut mampu terjadi kurang lebih dua tahun, setelah itu mengarah ke stadium yang lebih ‘gawat’ dalam peradangan (infeksi) sipilis yaitu sipilis tersier.

Penyakit Rajasinga Tersier
Jikalau infeksi PMS (penyakit menular seksual) tersebut tak ditindaklanjuti dengan sungguh-sungguh, maka penyakit sipilis memiliki tabiat bisa bergerak maju kepada periode penutup yakni sifilis tersier. Di tahap ini, peradangan (infeksi) akan menciptakan efek yang luar biasa pada jasmani seseorang. Akan halnya kasus kesehatan yang dihadapi sebab peradangan (infeksi) bagi tahap tersebut seperti kebutaan, melemahnya (kemampuan berpikir, memahami bahasa, menentukan pertimbangan, kecerdasan mental), kelumpuhan, ‘penis loyo’, gangguan pendengaran, dan malahan hingga merenggut nyawa seseorang sekiranya diabaikan

Sipilis tidak sukar merembet selama periode primer serta sekunder. Bila Anda merasakan adanya infeksi sifilis, supaya lekas periksakan diri kepada medikus atau balai pengobatan (khusus sakit kelamin) guna pembuktian diagnosis terhadap sipilis. Kian awal sipilis ditindaklanjuti, makin kecil kemungkinan buat penyakit rajasinga menjelma menjadi penyakit yang serius. (Miss V Perih Setelah Berhubungan Intim)

Perawatan Yang Diterapkan Pada Sifilis
Pemulihan sipilis tergolong tak sukar dilakukan tatkala diobati lebih dini, perawatan umumnya adalah dengan cara pakai antibiotik berupa suntikan penisilin (Penicillin G Procaine atau Procaine Benzylpenicillin), dan perlu untuk diingat harus sesuai resep dokter ya :). Andai tidak terobati, penyakit rajasinga akan menjelma penyakit yang sangat serius juga bisa meregang nyawa. Pengidap rajasinga yang sedang dalam periode penyembuhan hendaklah meninggalkan hubungan seksual sampai infeksi ditentukan sudah normal seperti sediakala

SEBUAH PETUNJUK BAHWA ANDA TERJANGKIT PENYAKIT RAJASINGA
Orang yang sakit PMS (penyakit menular seksual) dapat cukup gampang memindahkan infeksi penyakit tersebut dikarenakan cukup lumayan di antara mereka cuma menemui simptom (gejala) ringan akhirnya tanpa sadar kalau mereka sudah tertular. Simptom (gejala) sipilis bertransformasi selaras atas hierarki sifilis yang dihadapi.

Gejala Pada Sifilis Primer (Awal)
Ciri secara umum bagi sifilis primer ialah terlihatnya bintil merah atau tukak. Lecet ini tampak (10 hari – 12 pekan) pasca bakteri bersarang di dalam tubuh, bintil merah tersebut kerapkali dientengkan oleh pengidap rajasinga karena tak mengeluarkan rasa sakit. Luka tersebut hidup pada bagian organ tubuh dimana bakteri saat pertama meretas, misalnya atas zakar, faraj, maupun sekitar dubur. Lecet itu dapat pula timbul pada jari, mulut ataupun bibir, dan amandel.

Pengobatan lecet memakan rentang waktu antara (tiga hingga enam minggu). Tidak seluruhnya individu yang terkena sifilis, bintil merah yang terlihat sekedar satu melainkan terdapat pula yang menghadirkan lebih dari satu luka. Selain itu, penyakit rajasinga primer bisa juga ditandai dengan basal alias bengkak glandula (kelenjar) di daerah ketiak, kelangkang paha, ataupun leher. Sipilis bakal bertransformasi jadi hierarki sekunder seumpama tak ditangani sedari awal. (Miss V Perih Setelah Berhubungan Intim)

Tanda Buat Penyakit Rajasinga Sekunder (Kedua)
Beberapa minggu sesudah ruam ‘sirna’ maka simptom (gejala) sipilis sekunder akan timbul. Bintil merah dapat keluar pada anggota tubuh mana saja tak terkecuali di tapak kaki dan tangan. Tanda lainnya ialah caplak (kutil) pada faraj dan zakar, yang unik pada perempuan yakni ketuat bisa timbul di daerah faraj. Dan menjadi pembeda adalah kehadiran uci-uci (kutil) di daerah dubur bakal dialami wanita dan pria.

Ciri yang hampir sama dengan penyakit influenza dapat pula muncul. Pasien akan mendapati rasa capek, nyeri kepala, linu di sendi, juga meriang. Tak berhenti disitu saja, reduksi (pengurangan) berat badan dan kegundulan rambut riskan terjadi, kelenjar (limfa) yang berada pada kelenjar ludah perut (pankreas) juga mengalami basal (pembengkakan).

Ciri-ciri ini rata-rata berproses kisaran waktu beberapa minggu, serta akan ada dan ‘melenyapkan diri’ secara berkepanjangan sampai beberapa bulan ke depan. Seumpama sifilis sekunder tidak diobati sesuai arahan, peradangan (infeksi) bisa berlanjut menjadi stadium berikutnya.

Ciri Atas Penyakit Rajasinga Laten (menyembunyikan eksistensinya namun berpotensi timbul)
Di level itu bakteri tetap eksis, cuma penyakit rajasinga tanpa memberi simptom (gejala) sekecilpun. Sementara 1 tahun permulaan level penyakit rajasinga laten, infeksi amat dapat ditularkan. Sesudah (dua puluh empat bulan), peradangan (infeksi) bersemayam ada di dalam tubuh, namun tanpa mampu dijangkitkan buat individu lain lagi. Tahapan ini akan berjalan secara menahun. Seandainya tidak ditanggulangi dengan sungguh-sungguh, sifilis laten dapat berubah ke sipilis tersier (fase sifilis yang lebih rawan).

Indikator Terhadap Sifilis Tersier (Terakhir)
Kita sepakat ternyata 30 % pengidap penyakit rajasinga yang tidak ditanggulangi secara benar biasanya merasakan etape tersier. Ciri sifilis tersier berawal dari beberapa tahun setelah peradangan (infeksi) pertama kali menggerogoti tubuh. Komponen tubuh di wilayah bakteri sifilis pertama nerabas sehingga memberi efek simptom (gejala) yang didapat.

Di stadium tadi, sipilis bakal kian riskan serta bahkan berkesudahan merenggut nyawa seseorang. Sipilis tersier hampir semuanya rentan bermasalah pada organ tubuh yang menjadi pusat peredaran darah, organ penglihatan manusia, otak, lever, urat tempat darah mengalir, tulang, serta sekeri (persendian) kaki atau tangan. Oleh sebab itu pesakit berpeluang mengalami stroke, penyakit jantung, ataupun kerabunan kronis dikarenakan peradangan (infeksi) menular seksual tersebut. (Miss V Perih Setelah Berhubungan Intim)

Indikasi Terhadap Penyakit Rajasinga Kongenital
Ibu yang sedang ‘bunting’ kemudian memperoleh sipilis punya peluang membaurkan bakteri peradangan (infeksi) untuk fetus (janin)nya. Bawaan tadi mampu diminuskan jika si pasien diatasi sesuai petunjuk sebelum kehamilan pas empat bulan. Kalau saja tak ditanggulangi sesuai petunjuk, kompleksitas baru sejenis ini akan berlaku:

  • Persalinan gagal atau bayi mati dalam kandungan
  • Bayi (si kecil) menghembuskan nafas terakhir sesaat selepas terlahir ke dunia
  • Keguguran
  • Si kecil (bayi) lahir dengan penyakit rajasinga
  • Si kecil (bayi) keluar dari kandungan secara dini (prematur)

Si kecil (bayi) yang dilahirkan membawa kongenital sipilis dalam kondisi hidup, biasanya tidak mempunyai gejala belaka. Tapi ada probabilitas (kemungkinan) keluarnya bintil merah di tapak kaki serta tangan. Simptom (gejala) yang cukup banyak lamakelamaan berubah untuk anak yang dilahirkan mewarisi penyakit rajasinga, adalah:

  • Berubahnya struktur gigi
  • Evolusi tulang yang tidak maksimal
  • Penyakit tertentu terhadap pendengaran
  • Tekek (tuli)
  • Kondisi rangka hidung yang rata

Selalu mendengarkan pendapat dari dokter maupun spesialis penyakit kelamin andaikan pasien menanggung penyakit rajasinga serta masih dalam kondisi ‘berbadan dua’ 🙂

KETIDAKSESUAIAN ANTARA SIFILIS DENGAN KENCING NANAH (GONORE)
Gonore (kencing nanah) dan penyakit rajasinga adalah infeksi penyakit menular seksual (PMS) dengan penyebab yang tidak sama. Gonore (kencing nanah) diakibatkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae sedangkan sifilis ditimbulkan oleh bakteri Treponema pallidum, keluhan yang dihadapi pun tidak sama, ya… kendati masih tidak sedikit yang mengatakan sedikit ada kemiripan 🙂 . Berikut gejala yang kebanyakan dirasakan :

PASIEN GONORE (KENCING NANAH)

  • Terasa panas ketika BAK (buang air kecil) disertai keluarnya lendir nanah (sedikit kuning) dari muara kelamin
  • Dipucuk kepala kelamin pria seperti anyang – anyangan
  • Lambung sisi bawah agak sakit
  • Keluhan lain bagi pria semisal sakit pada testis, mengalami pembesaran pada kulit penutup penis
  • Kencing nanah bahkan darah tak jarang membaur jadi satu, tapi tiada lecet diluar zakar
  • Gangguan yang lain buat perempuan : saat halangan keluar darah kotor vagina lebih sukar, perih tatkala besentuhan seksual

PASIEN SIFILIS

  • Timbul tanda adanya ruam luka pada permukaan kulit kemaluan pria yang tidak gatal serta tak nyeri
  • Ruam Luka di alat genital laki-laki mencucurkan cairan sedikit kuning disertai rebuk (bernanah)
  • Luka bakal pulih dengan sendirinya namun bakteri / kuman tersebut bisa menjadi berbahaya bagi anggota tubuh manusia sehingga mengganggu dari dalam juga bisa balik lagi eksis pada waktu yang akan datang

KETERANGAN POSITIF TIDAKNYA SIPILIS
Sangat dianjurkan untuk mempercepat uji kesehatan pada medikus atau klinik (pakar sakit alat vital) bila adanya probabilitas (kemungkinan), bahwa Anda telah tertular penyakit menular seksual (PMS). Andaikan penyakit rajasinga diobati dengan tepat, niscaya perkara baru yang ‘genting’ bakal terhindarkan sehingga target supaya sembuh secara total pun terbuka lebar.

Mula-mula, seorang medikus (dokter) dari balai pengobatan bakal meminta keterangan seputar ciri ‘keluhan’ yang bapak/ibu terima sebelum melaksanakan pengetesan kondisi jasmani secara utuh. Terlebih pengontrolan pada bagian kelamin dan juga dubur, perawat kemudian bakal memeriksa keberadaan bintik kulit kemerahan ataupun kulit tumbuh pada rakungan ‘tenggorokan’ dan mulut. Lain dari pada itu, medikus atau balai kesehatan (ahli penyakit kemaluan) terkadang bakal menyerukan saudara-saudari untuk menjalani beberapa tes berikut ini:

Cek Darah
Pasca pengecekan kondisi jasmani kelar, mengiringi hal tersebut tentu dilakukan tes darah buat transparansi dari keberadaan infeksi bakteri sifilis di dalam tubuh anda. Tes darah secara otomatis membaca adanya zat (alias antibodi) pemusnah bakteri virus yang dibuat oleh tubuh untuk menghilangkan penyakit menular seksual (PMS). Benteng pertahanan (antibodi) pada bakteri penyakit rajasinga bisa langgeng aktif di dalam badan manusia selama bertahun-tahun

Salah satu cek darah yang spesifik buat mendeteksi bakteri Treponema pallidum ialah Treponemal Antibody Test. Seseorang yang mendapat status tes berupa positif, hampir pasti bakal tervonis terinfeksi penyakit menular seksual (PMS) yakni sipilis. Tetapi cek itu akan terus-menerus menjadikan hasil positif secara menahun sesudah penyakit rajasinga diobati. Dengan demikian, supaya dapat mengenali apakah orang itu terinfeksi sipilis saat sekarang atau memang sudah pada saat itu, maka diperlukan penanganan tambahan yang disebut RPR (Rapid Plasma Reagin). Individu yang lagi mengalami penyakit rajasinga bakal memperlihatkan hasil Treponemal Antibody Test positif disertai RPR positif.

Infeksi penyakit menular seksual (PMS) sifilis kebanyakan berefek serius bagi si kecil (bayi) di dalam fetus (janin) atau bayi yang belum lama keluar dari kandungan. Dengan demikian, ibu mengandung diminta supaya melaksanakan periksa darah pada penyakit rajasinga. Pengujian tadi lazimnya dilaksanakan apabila umur kehamilan terdapat di antara (tiga sampai lima bulan). Apabila hasil pengujian sifilis telah diyakinkan, perawatan ataupun pemulihan bisa dilakoni secepat mungkin.

Mengamati Cairan Bintil merah ‘luka’ Atau Tukak
Bila adanya lecet, seorang medikus (dokter) ahli bakal menggunakan sedikit cairan dari ruam ‘luka’ sebagai sampel supaya diteliti di ruang lab. Penelitian itu cuma mampu diaktualkan untuk sipilis primer (dini) ataupun sekunder (selanjutnya), yakni waktu terdapat lecet atau tukak. Percontohan (sampel) cairan bisa memberitahukan betulkah ada infeksi ‘bakteri’ yang bisa memunculkan penyakit rajasinga.

PEMULIHAN PENYAKIT RAJASINGA DENGAN HERBAL
Adapun untuk mengobati gonore (kencing nanah), penyakit menular seksual (PMS) sipilis, penyakit jengger ayam (kutil kelamin), clamidya, dll, dari CV. De nature memberikan beragam macam resep obat antibiotik alami – antivirus – antibakteri diantaranya GANGJIE – GHOSIAH – PIPECA – HABATOP ATAU HABBATUSSAUDA – KAPSUL BERSIH DARAH – BAWANG LANANG yang mampu membantu membereskan keluhan yang dirasakan. (Miss V Perih Setelah Berhubungan Intim)

cara mengobati gatal di sekitar kemaluan pria secara tradisional-keputihan saat hamil

PENGOBATAN PMS (PENYAKIT MENULAR SEKSUAL) SIPILIS MELALUI ANTIBIOTIK ATAU RESEP DOKTER
Penisilin (Penicillin G Procaine atau Procaine Benzylpenicillin) lumayan bekerja aktif serta boleh diterapkan sebagai pembasmi penyakit menular seksual (PMS) sifilis primer ‘dini’ serta sekunder ‘selanjutnya’. Penisilin kebanyakan diberikan lewat injeksi jarum suntik, ada beberapa jenis antibiotik yang lain di apotek kimia farma seperti Tetrasiklin (Tetracycline), Eritromisin (Erythromycin), Ceftriaxon (Ceftriaxone), Doksisiklin (Doxycycline), Azithromicin (Azithromycin) yang juga mampu menumpas bakteri penyebab penyakit menular seksual (PMS) sifilis, tatkala siapa pun yang sensitif dengan penisilin

kelamin bengkak bernanah gatal vagina perih sakit setelah berhubungan

APAKAH BISA MINUM REBUSAN AIR DAUN SIRIH HIJAU USAI KONSUMSI RESEP DOKTER?
Selama penyembuhan, konsumsi rebusan air piper batle (daun sirih) bukan berarti sesuatu yang tak boleh sepenuhnya. Tetapi keterbatasan pengetahuan seputar khasiat dan akibat yang ditimbulkan konsumsi air tersebut pada terapi penanganan sebaiknya Anda sikapi dengan bijak. Guna menghindari kesan negatif maupun probabilitas (kemungkinan) korelasinya sama pengobatan yang bapak/ibu lakukan, disarankan Anda memberi interval kisaran dua sampai 3 jam antara minum air rebusan piper batle (daun sirih) dengan konsumsi obat. (Miss V Perih Setelah Berhubungan Intim)

DAPATKAH MENGOLES ATAU MENGKONSUMSI BAWANG PUTIH SEBAGAI PENANGANAN PENYAKIT RAJASINGA?
Allium sativum (bawang putih) terbilang tak berbahaya seandainya dipakai lewat proses dikunyah atau berjeniskan suplemen, tapi allium sativum (bawang putih) yang belum diolah tidak disarankan untuk dioleskan tepat ke kulit sebab ada impak yang mana menghasilkan gangguan berat, seyogyanya pasien tak membalurkan bawang putih ke zakar, alasannya kelamin termasuk wilayah lumayan sensitif dan makin riskan terjadi gangguan serius. Sejumlah cerita yang beredar seperti melumurkan allium sativum (bawang putih) mampu menyebabkan kemaluan kian besar atau memulihkan sifilis hingga kini belum terjamin faktanya menurut medis.

ADA TIDAK YA SARAN ATAUPUN PANTANGAN MAKANAN TERTENTU KETIKA MENYEMBUHKAN SIFILIS
Berdasarkan beberapa sinyalemen yang ada antara lain rasa panas saat kencing maupun menetes lendir mirip sperma yang baunya agak amis, tak lain kondisi seperti itu biasanya berproses pada PMS (penyakit menular seksual) gonorhea. Infeksi tersebut dipicu pula oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Sedangkan mengenai penyakit rajasinga dan gonore tidak berkaitan dengan jenis makanan misalnya telor, makanan pedas, buah semangka dll. Maka dari itu tak ada larangan khusus soal makanan secara medis. Tapi tak sama sekiranya menjalani terapi tradisional dari De nature Indonesia maka adanya sekian larangan dan anjuran yang ‘suka tidak suka’ baiknya diejawantahkan sesuai dengan panduan dari spesialis pengobatan tradisional perusahaan.

JUJUR APA ADANYA TERHADAP PASANGAN
Seandainya saudara/saudari ditetapkan secara eksplisit memiliki penyakit menular seksual (PMS) sifilis, segera beritahu pendamping hidup atau eks (mantan) pasangan dari bapak/ibu sehingga dirinya bakal menjalani cek serta mendapatkan pengobatan. Jika saudara/saudari memandang malu buat membahas penyakit ini terhadap pendamping hidup atau bekas pendamping hidup saudara/saudari, mohonlah petuah pada juru rawat (dokter) atau balai pengobatan ahli sakit kelamin. Makin elok buat Anda supaya memberi tahu suami/istri perihal penyakit menular seksual (PMS) sifilis. Andai penyakit ini tak ditanggulangi secara sungguh-sungguh, alhasil bisa merenggut nyawa seseorang. (Miss V Perih Setelah Berhubungan Intim)

KOMPLIKASI SEBAB PENYAKIT RAJASINGA
Sipilis punya potensi memicu sejumlah komplikasi bila dianggap remeh tanpa penanganan cepat dan tepat, sifilis rupanya juga mampu menambah konsekuensi kemunculan segenap penyakit yang terdiri dari:

  • Gangguan jaringan tubuh, seperti serangan otak disertai kelumpuhan (struk), peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang (meningitis), tuli, masalah organ penglihatan manusia, ‘zakar tidak bertenaga’, dan gangguan kantong kemih.
  • Masalah jantung, misalnya pembesaran pembuluh nadi yang besar, aneurisma, gangguan pembuluh darah, dan kerusakan penutup organ tubuh yang menjadi pusat peredaran darah.
  • Infeksi pasien yang positif sifilis serta kerap berganti-ganti pasangan yang mengalami impak terkena Hiv Aids dua kali lipat dari orang umumnya.
  • Masalah kandungan serta embrio. Perempuan ‘berbadan dua’ yang mengidap sipilis bakal mengirimkan penyakit itu atas bayi yang terdapat di dalam perut kandungan.
  • Benjolan kecil atau guma, kondisi tersebut biasanya eksis pada indra peraba, tulang, dan hati ataupun organ lainnya.

PREVENTIF TERHADAP SIPILIS
1. Setia dengan pasangan termasuk cara terampuh untuk menghindari diri dari infeksi penyakit menular seksual (PMS) sifilis. Penerapan kondom dapat dilakoni sebagai aksi pelindung alternatif dalam usaha menekan konsekuensi penjangkitan penyakit rajasinga, terutama pada lingkungan penjaja sex komersil. Meski begitu kondom ini terbatas dalam hal menghindari perpindahan infeksi. Penyakit rajasinga masih dapat merembet lewat seks oral , hal tersebut berlaku ketika mulut kontak secara frontal dengan ruam merah (luka) di organ intim laki-laki/perempuan yang telah terinfeksi. (Miss V Perih Setelah Berhubungan Intim)

2. Benar-benar penting supaya menggunakan kondom ketika melakukan jimak baik secara vaginal (lewat faraj wanita), ataupun anal (anus). Pakailah dental dam (alat pelindung seks berbentuk kain lateks lentur) sewaktu melakoni sex oral (mulut), alat tadi bertanggung jawab untuk penghalang antara mulut dan kelamin, sehingga penjangkitan virus penyakit seksual dapat ditangkal.

Berpantangangan untuk berhubungan intim secara oral (mulut), vagina (lewat kemaluan wanita), atau anal (dubur) hingga pengobatan penyakit menular seksual (PMS) sipilis beres ditunaikan, Ini karena berpotensi untuk Anda infeksinya kambuh kembali seumpama bersetubuh bersama partner asmara yang memiliki sekian banyak pasangan seksual atau justru Anda bisa memindahkan (infeksi) peradangan ke orang lain.

Penyakit menular seksual (PMS) sifilis juga bisa menular tanpa harus melalui hubungan suami-istri. Seandainya saudara/saudari pemakai narkoba suntik maupun yang cinta seni merajah tubuh misalnya tato dan menindik kuping, jangan melakukan berbagi jarum suntik sama orang lain, Anda ditekankan supaya senantiasa memakai jarum yang telah dibersihkan (aman).

Terimakasih telah berkenjung pada situs resmi CV De nature indonesia dengan tema Miss V Perih Setelah Berhubungan Intim, mudah – mudahan semakin menambah pengetahuan kita semua terutama mengenai penyakit menular seksual (PMS) kencing nanah maupun rajasinga


Ditambahkan pada: 17 September 2019

Ulasan customer dinonaktifkan: Miss V Perih Setelah Berhubungan Intim

Maaf, form ulasan customer dinonaktifkan untuk produk ini

SIDEBAR
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.